Yamaha dan Honda Pede Motor Bebek Masih Berumur Panjang di Indonesia

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Produksi sepeda motor bebek Honda. Foto: Dok. Astra Honda Motor (AHM)
zoom-in-whitePerbesar
Produksi sepeda motor bebek Honda. Foto: Dok. Astra Honda Motor (AHM)

Popularitas motor bebek meredup di pasar otomotif Indonesia, seiring melejitnya peminat skutik. Kendati demikian, pabrikan roda dua seperti Yamaha dan Honda masih percaya diri akan penjualan moped (motor pedal) tersebut.

Menurut data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), moped berkontribusi 5,8 persen dari total penjualan nasional 6,487,460 unit sepeda motor di 2019. Sementara motor matik menyumbang 87,2 persen, dan sport 7,1 persen.

Lantas pertanyaannya, sampai kapan motor bebek bisa bertahan?

Yamaha Jupiter Z1. Foto: Istimewa

Manager Public Relation PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Antonius Widiantoro mengatakan, permintaan masih motor bebek masih tetap ada. Ini yang menjadi salah satu alasan pabrikan garpu tala masih menjualnya.

"Pasarnya di daerah-daerah luar Jawa, motor bebeknya memang masih cukup banyak yang minat. Jadi kita supply sesuai dengan kebutuhan dan masih ada kok peminat-peminat motor bebek," kata Anton di Sentul, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Anton pernah menjelaskan, bila permintaan produk sebenarnya sesuatu yang diciptakannya. Dia mencontohkan, pasar motor matik pada awal kehadirannya di 2001 akhir sebenarnya juga tak terlalu bagus.

Warna baru Yamaha Jupiter MX King Foto: dok. YIMM

Ketika mereka membuat demand ternyata pasarnya ikut berkembang dan diikuti oleh para kompetitornya. Oleh karenanya Yamaha tak begitu khawatir akan penjualan motor bebek dan memang demand-nya masih ada.

"Sebenarnya bukan karena matiknya yang booming, tetapi ada tipikal orang yang sudah berpikir jika motor matik itu secara fungsional dan utility itu dapat semua. Jadi memang pilihannya ke sana dan keinginan konsumen berubah," jelas Anton.

Produksi sepeda motor bebek Honda. Foto: Dok. Astra Honda Motor (AHM)

Sementara itu dari pihak Honda juga menegaskan jika motor bebek masih bisa eksis di pasar Indonesia. Salah satu cara buat menstimulus minat pasar yakni dengan memberikan penyegaran pada produk bebeknya.

"Honda Revo kemarin sudah kita perbarui beberapa perubahan dan penyegaran. Untuk penjualan (AHM) kontribusinya memang cuma 5-6 persen saja," kata Direktur Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Thomas Wijaya belum lama ini.

Honda Revo X. Foto: Dok. Astra Honda Motor (AHM)

Sama seperti penjelasan Anton tadi, konsumen motor bebek Honda lebih didominasi oleh konsumen luar pulau Jawa, seperti Sumatera.

"Lebih kepada menyesuaikan dengan kondisi infrastrukur jalan, personality, dan ability-nya," kata dia.

Kedua pabrikan juga sama-sama bersaing ketat menghadirkan motor bebeK yang berkualitas. Seperti contohnya Honda yang percaya diri menjual Supra X125, Revo X dan bebek premium Supra GTR 150.

Sedangkan garpu tala di segmen motor bebek menjagokan Vega Force, Jupiter MX 150, MX King, dan Jupiter Z1 yang belum lama ini mendapatkan seragam baru.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

collection embed figure