Yamaha Indonesia Lanjutkan Studi Motor Listrik, Kini Skema Tukar Baterai

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi uji coba swap battery motor listrik PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Foto: YIMM
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi uji coba swap battery motor listrik PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Foto: YIMM

Perkembangan kendaraan elektrifikasi PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menemui babak baru. Pabrikan dilaporkan tengah melakukan proyek lanjutan motor listrik mereka yang menggunakan sistem tukar baterai atau swap battery.

Lewat siaran resmi perusahaan, Yamaha tidak akan sendiri menjalankan studi tersebut. Melainkan kerja sama dengan cara merangkul pelaku jasa layanan ride sharing guna mengetahui dan evaluasi performa motor listrik dengan skema swap battery.

Sederhananya, motor listrik besutan Yamaha akan mulai digunakan sejumlah mitra pengemudi perusahaan ride sharing atau hailing untuk mendukung mobilitas masyarakat perkotaan, sembari melihat potensi bisnis yang bisa dihasilkan.

Direktur PT YIMM, Satoshi Takagi menjelaskan alasan pihaknya kini menggandeng pelaku jasa transportasi umum dikarenakan melihat potensi performa motor listrik Yamaha dalam skenario penggunaan nyata untuk kebutuhan mobilitas harian.

Motor listrik Yamaha Neos tampil di IIMS 2023. Foto: Sena Pratama/kumparan

"Harapan kami ke depan, dengan berbagai studi komprehensif yang kami lakukan, Yamaha akan benar-benar bisa menghadirkan kendaraan ramah lingkungan terbaik untuk menjawab kebutuhan mobilitas dan gaya hidup konsumen Indonesia," terangnya.

Guna mendukung ekosistem motor listrik mereka yang lebih matang, Yamaha juga dikatakan telah berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk menyediakan stasiun tukar baterai mandiri yang telah tersebar di berbagai titik strategis di wilayah Jabodetabek.

Sembari mempelajari ekosistem penanganan baterai kendaraan listrik secara menyeluruh, baik dari hulu maupun hilir. Ini melengkapi capaian program carbon neutral yang telah sukses membuat perusahaan mendapatkan penghargaan dari pemerintah.

Yamaha menjadi satu-satunya produsen sepeda motor di Indonesia yang meraih GREEN PROPER Award 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), untuk seluruh fasilitas produksi di Head Office Jakarta dan Karawang, Jawa Barat.

Warna baru motor listrik Yamaha Neo's model 2023. Foto: Yamaha

Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan (Sustainable Development Goals), yang tidak hanya sekadar mematuhi regulasi, namun juga berhasil melampaui standar pengelolaan lingkungan hidup di industri otomotif.

Yamaha memang tidak membeberkan secara rinci model motor listrik apa yang digunakan. Namun melihat dari visual siaran resmi yang dibagikan, model terpampang adalah skutik listrik kompak yaitu Yamaha Neo's.

Yamaha Neo's sejatinya hadir bersamaan dengan saudaranya E01 yang sudah pernah menjadi proyek percobaan YIMM tahun 2023 lalu. Model tersebut sudah dijual resmi di beberapa negara Eropa dan Vietnam.

Secara fitur, semua lampu sudah menggunakan teknologi LED, kemudian panel meter digital yang menampilkan beragam informasi termasuk notifikasi pesan dari perangkat yang terhubung dengan gawai pemilik.

Warna baru motor listrik Yamaha Neo's model 2023. Foto: Yamaha

Neo’s disebut setara dengan motor konvensional bermesin 50 cc berkat motor listrik penggerak jenis direct drive hub terbaru yang dinamakan YIPU 2. Mampu menghasilkan tenaga 3,38 dk dan klaim torsi maksimum 138,3 Nm.

Untuk penyimpanan daya listriknya berasal dari baterai lithium ion BFM1 51,1V 23,2Ah. Ini bisa mengantarkan motor setrum itu paling jauh 74 kilometer dengan menggunakan dua baterai. Sementara jika hanya satu baterai jaraknya lebih kurang 30 kilometer saja.

Pabrikan garpu tala tersebut terakhir membanderol Neo’s dengan harga 3.559 Euro atau setara dengan Rp 57,8 jutaan alias sempat naik dari Rp 5,9 juta yang sebelumnya dijual dengan harga 3.199 Euro atau Rp 51,9 juta.