Otomotif
·
18 Agustus 2021 14:52
·
waktu baca 3 menit

Yamaha Indonesia Respons Skutik Ikonik QBIX 125 Dijual Importir Umum

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Yamaha Indonesia Respons Skutik Ikonik QBIX 125 Dijual Importir Umum (63759)
searchPerbesar
Tampilan samping Yamaha Qbix 125. Foto: Safari Motor
Skutik ikonik Yamaha QBIX 125 resmi mendarat di Indonesia. Namun bukan diniagakan oleh APM resmi PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tapi importir umum (IU) Safari Motor.
ADVERTISEMENT
Motor ini dibanderol dengan harga fantastis untuk sekelas motor matik 125 cc, sampai Rp 100 juta. Nominal itu lebih mahal sekitar Rp 77 jutaan dari harga di Thailand.
Merespons ini, Manager Public Relation PT YIMM, Antonius Widiantoro buka suara. Menurut dia langkah IU menjual QBIX 125 bukan sebuah ancaman atau kalah cepat.
Menurutnya sebuah produk yang belum dijual di Indonesia artinya secara pasar dan riset belum sesuai dengan kebutuhan konsumen. Perihal Yamaha QBIX 125, pihaknya belum memiliki rencana untuk menjualnya.
"Berdasarkan hasil study dan survei market kami, untuk saat ini QBIX belum dapat kami pasarkan di Indonesia," kata Anton kepada kumparan, Selasa (17/8).
Yamaha Indonesia Respons Skutik Ikonik QBIX 125 Dijual Importir Umum (63760)
searchPerbesar
Yamaha mendaftarkan QBix di DJKI Foto: dok. istimewa
Jika menarik ke belakang, Yamaha QBIX sebenarnya sudah didaftarkan pada 2018 lalu. Saat itu namanya muncul di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual Indonesia (PDKI), yang berada di bawah Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).
ADVERTISEMENT
"Didaftarkan di HaKi kan tidak otomatis akan langsung dipasarkan di Indonesia. Hanya didaftarkan patennya saja,” kata Anton.

Desain layaknya motor konsep

Yamaha Indonesia Respons Skutik Ikonik QBIX 125 Dijual Importir Umum (63761)
searchPerbesar
Tampilan depan Yamaha Qbix 125. Foto: Safari Motor
Soal desain, Yamaha QBIX mengusung tampilan yang unik dan justru lebih terlihat seperti motor konsep. Dari depan misalnya, memiliki headlamp berbentuk persegi yang memanjang ke atas dan bawah.
Sementara lampu penanda sein ditempatkan pada sisi bawah kanan dan kiri bodi depan. Secara keseluruhan bagian depan dibuat merata, berbeda dengan motor matik lain yang memiliki cekungan sebagai rumah lampu.
Yamaha Indonesia Respons Skutik Ikonik QBIX 125 Dijual Importir Umum (63762)
searchPerbesar
Tampilan belakang Yamaha Qbix 125. Foto: Safari Motor
Di bagian samping dan belakang motor ini terlihat seperti kubus dengan tarikan tegas di beberapa sisi. Sementara desain mengkotaknya juga konsisten pada bagian lampu belakang.

Mesin mirip dengan Freego

Yamaha Indonesia Respons Skutik Ikonik QBIX 125 Dijual Importir Umum (63763)
searchPerbesar
Layout mesin Yamaha Qbix 125. Foto: Safari Motor
Yamaha QBIX ternyata memiliki mesin yang bisa dibilang identik dengan Yamaha Freego yang kita kenal di Indonesia.
ADVERTISEMENT
Rangkanya menggendong mesin 125 cc, 4-tak, SOHC 2 katup, pendingin cairan dengan berpengabut injeksi. Ukuran piston dan langkah pistonnya pun mirip, yakni 52,4 mm x 57,9 mm. Begitu juga dengan rasio kompresi 9,5:1.
Tenaga yang mampu dihasilkan mencapai 9,3 daya kuda pada putaran mesin 8.000 rpm. Sementara torsi tertinggi yang mampu dicapai berada di angka 9,5 Nm pada 5.500 rpm.

Fitur Yamaha QBIX 125

Yamaha Indonesia Respons Skutik Ikonik QBIX 125 Dijual Importir Umum (63764)
searchPerbesar
Desain panelmeter Yamaha Qbix 125. Foto: Safari Motor
Nah untuk fitur, selain lampu LED di depan, lampu belakang juga sudah LED. Hanya memang untuk lampu keempat lampu sein masih mengandalkan bohlam biasa.
Selebihnya motor ini sudah dilengkapi dengan pengereman ABS 1-channel di depan, Stop Start System, power outlet, panelmeter full digital, sampai sistem kunci keyless.
ADVERTISEMENT
Menurutmu, apakah Yamaha QBIX 125 cocok dijual di Indonesia? Sampaikan komentarmu!
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020