Yamaha Masih Cari Cara Agar Harga Motor Listriknya Terjangkau
·waktu baca 3 menit

President Director & CEO PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Dyonisius Beti memberi tanggapan soal motor listrik kompetitor sesama Jepang, Honda EM1 e: yang meluncur lebih dulu di pasar domestik.
Honda EM1 e: dilepas ke pasaran dengan harga mulai Rp 33 juta, itu sudah termasuk potongan subsidi Rp 7 juta dari pemerintah. Banderol aslinya mengacu pada laman resmi pabrikan sekitar Rp 40 jutaan on the road (OTR) Jakarta.
“Oh iya kita lihat, itu kan harganya masih cukup tinggi dan itu harus cari cost yang lebih rendah dan standardisasi baterai terlebih dahulu," kata pria yang karib disapa Dyon ini ditemui di Jakarta beberapa waktu lalu.
Yamaha saat ini diketahui masih terus melakukan program Proof of Concept atau PoC untuk motor listrik Yamaha E01 yang sudah berjalan lebih dari setahun. Dyon hingga kini masih belum memastikan kapan peluncuran resmi motor setrum tersebut.
"Belum, belum bisa saya sampaikan," ujarnya singkat.
Sebelumnya, Assistant General Manager Marketing and Public Relation PT YIMM Antonius Widiantoro mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil studi di Medan yang akan rampung Februari 2024.
"Masih jalan, target kami kan satu tahun minimal, dari 4 area responsnya cukup positif, mereka puas dengan performa, charging system, kemudian handling. Kami gunakan ini sebagai bahan evaluasi di internal pengembangan EV," kata Anton ditemui di Sentul beberapa waktu lalu.
Yamaha memilih empat kota selain Medan sebagai wilayah uji coba yakni Jakarta, Bali, dan Surabaya. Sebanyak 20 unit dibagi rata ke wilayah tersebut untuk melihat kemampuan E01 berdasarkan kondisi geografis, cuaca, suhu, gaya berkendara, dan sebagainya.
"Jangan sampai kita bikin kemudian dikomplain 'aduh jaraknya terlalu pendek'. Kita tidak mau, (kita berusaha penuhi) sesuai yang konsumen harapkan," terang Anton.
Dirinya berjanji, jika proyek tersebut telah rampung, pihaknya akan segera mengumumkan hasilnya. Data tersebut, dinilainya sangat bermanfaat untuk menentukan calon motor listrik Yamaha seperti apa yang cocok dihadirkan untuk konsumen Indonesia.
Untuk sementara ini, data yang berhasil dihimpun. Yamaha mengeklaim, sistem pengecasan langsung lebih banyak dipilih oleh masyarakat yang sudah mencoba. Alasannya, fleksibilitas daya pengecasan mulai dari biasa hingga sangat cepat.
"Kalau dibikin swap baterainya nggak akan sampai 104 kilometer karena lebih kecil, jaraknya juga lebih pendek. Kalau dipindahkan kasihan konsumen membuat tidak nyaman," beber Anton.
Bicara spesifikasi, motor listrik Yamaha E01 mengemas baterai lithium-ion 87,6V 56,3 Ah atau berkapasitas 4,9 kWh. Sekali pengecasan bisa menempuh jarak 104 kilometer dengan kecepatan konstan 60 km/jam.
Kemudian soal kisaran banderol yang diharapkan masyarakat, untuk motor listrik seperti E01 yang klasifikasinya oleh Yamaha setara dengan skutik 125 cc bisa berada setara Nmax atau paling tidak motor sport 250 cc 2-silinder.
***
