Yamaha SR400 Tahun 1978 Masih Diproduksi hingga Sekarang

12 September 2022 10:01
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wujud Yamaha SR400 Limited Edition yang meluncur di Thailand. Foto: dok. Young Machine
zoom-in-whitePerbesar
Wujud Yamaha SR400 Limited Edition yang meluncur di Thailand. Foto: dok. Young Machine
Yamaha ternyata memiliki produk lawas yang masih diproduksi hingga kini. Motor itu adalah Yamaha SR400 yang kedapatan versi edisi terbatasnya di Thailand.
Merayakan ulang tahunnya yang ke-44, Yamaha SR400 Limited Edition hanya akan diproduksi sebanyak 400 unit saja. Motor lawas tersebut masih bertahan di negeri Gajah Putih dikarenakan aturan emisi yang tidak terlalu ketat.
Melihat dari tampilannya, masih tetap mempertahankan bentuk aslinya ketika pertama kali keluar pada tahun 1978 silam, dengan sentuhan warna dan emblem spesial, mengutip dari Young Machine.
Meski mayoritas mempertahankan bentuk dan teknologi nyaris serupa dengan model originalnya, motor ini memenuhi standar emisi saat ini dengan sistem pengabutan injeksi dan rem ABS.
Wujud Yamaha SR400 Limited Edition yang meluncur di Thailand. Foto: dok. Young Machine
zoom-in-whitePerbesar
Wujud Yamaha SR400 Limited Edition yang meluncur di Thailand. Foto: dok. Young Machine
Rangkanya menggendong mesin berkubikasi 399 cc berpendingin udara, dikawinkan dengan transmisi manual 5-percepatan. Kombinasi ini mampu menghasilkan tenaga 21 dk pada 6.500 rpm dan torsi 27,4 Nm di 3.000 rpm.
Sektor kaki-kaki tidak kalah klasik, velg masih menggunakan model jari-jari dengan ukuran 18-inci untuk depan dan belakang. Serta dibalut ban berukuran 90/100 R18 untuk depan dan 110/90 R18 untuk belakang.
Pun dengan sistem suspensi dan pengeremannya, depan menggunakan teleskopik dan rem cakram. Sedangkan belakang menggunakan suspensi ganda, dipadukan dengan rem belakang yang masih menggunakan tromol.
Menyoal banderol, konsumen di Thailand harus merogoh kocek sebesar 309 ribu Baht Thailand atau setara dengan Rp 126 juta. Bagaimana menurut Anda, apakah layak dijadikan koleksi?
***