Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Beli Toyota Yaris Bakpao Bekas

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toyota Yaris bekas Foto: dok. WTCM2
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Yaris bekas Foto: dok. WTCM2

Toyota Yaris Bakpao, keluaran tahun 2006 hingga 2013 jadi primadona di pasar mobil bekas. Harganya yang cuma Rp 70 juta sampai Rp 140 juta, dengan fitur yang cukup menarik jadi alasannya.

Pemilik diler Jordy Mobil di Mega Glodok Kemayoran (MGK), Andi mengatakan ada beberapa komponen yang perlu dilakukan pengecekan sebelum membelinya. Salah satunya adalah kaki-kaki mobil.

“Kaki-kaki kebanyakan perlu di-budget. Biasanya, shockbreaker-nya sudah keras, terus rack steering, bushing-bushing hingga tie rod sudah mengalami kerusakan. Kan, kemakan umur ya,” bukanya saat dihubungi kumparan beberapa waktu lalu.

Toyota Yaris bekas Foto: dok. WTCM2

Kalau sampai rusak, dikhawatirkan mobil bisa tidak nyaman dikendarai. Mulai dari bantingannya yang keras, hingga limbung di kecepatan tinggi. Selain itu, setir kemudi juga bisa bergetar hebat. Selain itu, ban bisa habis dengan tidak rata.

“Klep-klep juga perlu dilakukan pengecekan. Ini dikarenakan biasanya ada rembesan oli mesin. Ini tentunya bahaya ya, karena berkurangnya volume oli bisa mempengaruhi kinerja mesin. Itu juga dikarenakan oleh umurnya,” terangnya.

Toyota Yaris Bakpao. Foto: dok. Autoevolution

Sisanya, pemilik bisa mengecek kondisi transmisi-nya. Apakah terasa kurang nyaman dan terindikasi mengalami kerusakan. Meski demikian, Andi mengatakan kalau transmisi Yaris Bakpao lebih bandel.

“Pengecekan lainnya itu bisa dari baret-baret apakah ada, bekas tabrakan, sistem elektrikal, dan lain-lain. Saya sarankan, mobil diperiksa oleh yang ahli saja kalau memang tidak terlalu paham,” jelasnya.

Toyota Yaris Bakpao. Foto: dok. Autoevolution

Toyota Yaris Bakpao tersedia dalam berbagai tipe, yakni J, E, S hingga S limited. Kisaran harganya mulai dari Rp 70 juta hingga Rp 140 juta, tergantung kondisi mobilnya.

“Manual sama matic bedanya sekitar Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. Kalau beda tahun, sekitar Rp 5 juta. Misal, E matic, tahun 2007 Rp 80 hingga 85 juta. Sementara, kalau E matic 2006, harganya Rp 75 juta hingga R 80 juta,” tukasnya.

Mobil ini menggunakan mesin 1NZ-FE 1.500 cc VVT-i, bertenaga 107 dk di 6.000 rpm dan torsi maksimum 142 Nm pada putaran 4.200 rpm. Dikawinkan dengan transmisi otomatik AT 4 percepatan dan manual lima percepatan, membuat driving experience-nya jauh lebih menyenangkan.

video youtube embed