Zeekr Pilih Tunda Jualan, Fokus Kajian Rakit Mobil Listrik Lokal
·waktu baca 2 menit

Zeekr tengah menimbang langkah strategis untuk bisa bersaing di pasar otomotif Indonesia. Menurut CEO Zeekr Indonesia, Temmy Wiradjaja, saat ini pabrikan jenama China ini ingin fokus dengan produksi lokal agar bisa kompetitif dari sisi harga.
“Kita akan bisa bersaing kalau dengan produksi lokal, karena hambatan kita di import duty-nya kan yang begitu banyak. Kalau enggak bikin lokal, harganya enggak bisa bersaing,” kata Temmy kepada kumparan baru-baru ini.
Meski demikian, Temmy menegaskan bahwa rencana produksi lokal Zeekr di Indonesia masih dalam tahap penjajakan. Pihaknya bersama prinsipal global masih melakukan studi mendalam mengenai kemungkinan dan kesiapan yang dibutuhkan.
“Belum tahu (kapan) Semua alternatif kita explore. Kita masih kasih masukan sama Zeekr Regional, kita kasih konsultasi dengan mereka alternatifnya apa,” ujarnya.
Saat ini, Zeekr bersama prinsipal masih mempelajari seluruh aspek yang berkaitan dengan regulasi dan komponen lokal. Salah satu faktor utamanya adalah soal Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diatur pemerintah Indonesia.
“Yang mereka khawatirkan kandungan TKDN itu, karena 2029 itu kan harus 80 persen. Sekarang ini step-nya 40 persen, 60 persen, dan 80 persen tiap tahun ke tahun. Apakah sanggup mencapai itu, mereka pelajari itu,” ujarnya.
Temmy juga menyebut bahwa Zeekr kemungkinan akan memulai dari skema Completely Knocked Down (CKD) sebelum beralih ke produksi penuh. Menurutnya, langkah ini memungkinkan persiapan yang lebih matang dari sisi rantai pasok dan infrastruktur.
“Iya, jadi mereka lagi cek juga. Supplier-nya ya. Gimana supply barangnya, gimana bisa produksi. Komponennya lokal ini seperti apa, masih pelajari situ,” imbuhnya.
Temmy bilang, Zeekr juga tengah memetakan potensi pemasok komponen lokal yang bisa mendukung target TKDN bertahap hingga 80 persen. Ia menilai, pencapaian tahap awal sebesar 40 persen mungkin masih bisa dikejar, namun tahap lanjutannya akan lebih menantang.
“Sesuai sama aturan pemerintah itu, di 40 persen mungkin masih bisa dikejar. Tapi kalau sudah lari ke 60 persen, lari ke 80 persen itu yang harus cari lagi. Itu kan nggak mungkin kita masuk dulu bikin, terus nggak bisa mencapai akhirnya mundur lagi,” tutup Temmy.
