1.000 Burung Bangkai Mati Misterius, Ada Apa?

Sebanyak 648 burung nasar atau burung bangkai di Guinea-Bissau, Afrika, ditemukan mati secara misterius pada 28 Februari 2020. Pada 5 Maret 2020, kematian burung nasar sudah mencapai lebih dari 1.000 ekor, menurut laporan organisasi konservasi Vulture Conservation Foundation (VCF) yang berbasis di Zurich, Swiss.
Peneliti memprediksi, jumlah ini akan semakin bertambah seiring berjalannya waktu dan mengancam keberlangsungan spesies. Sementara itu, penyebabnya masih belum diketahui.
Hipotesis awal mengatakan, burung-burung itu mungkin meninggal akibat keracunan, namun tidak ada bukti atas klaim tersebut. Sebab, insiden keracunan biasanya lebih fokus pada satu tempat, sementara kasus kematian hewan ini juga dilaporkan terjadi di daerah lain di Provinsi Bafata, Guinea Bissau bagian utara.
Otoritas setempat langsung bersinergi dan melakukan tindakan cepat dengan membakar bangkai burung nasar yang tewas. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah pembusukan yang jika dibiarkan bisa berisiko menyebarkan kematian pada burung lain, dan mengancam kesehatan masyarakat.
“Pihak berwenang sejauh ini sangat responsif dan bertindak cepat. Ini perlu dipertahankan sampai penyebab kematian ditemukan,” ujar Jose Tavares, Direktur VCF, seperti dikutip Newsweek.
Burung nasar dengan nama ilmiah Necrosyrtes monachus dianggap sebagai spesies terancam punah. Para pecinta lingkungan mengatakan, insiden matinya ratusan burung bangkai adalah pukulan telak bagi kelompok burung yang sudah rentan.
Sebuah studi yang diterbitkan di Conservation Letters menjelaskan, dari tahun 1985 hingga 2015 atau dalam rentang waktu 30 tahun, delapan spesies burung pemakan bangkai yang hidup di Afrika mengalami penurunan jumlah, rata-rata sekitar 62 persen.
Tujuh spesies burung bangkai bahkan dilaporkan menurun hingga 80 persen. Tren ini terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Selain keracunan dan kematian yang misterius, perburuan juga ikut andil dalam penurunan jumlah burung bangkai hingga 90 persen.
Burung nasar memang kerap diperjualbelikan di pasar Afrika. Dagingnya dipercaya memiliki berbagai khasiat kesehatan, salah satunya sering dijadikan obat tradisional.
11 dari 16 spesies burung nasar Afrika-Eurasia diprediksi akan menghilang di masa depan. Pernyataan ini diungkap oleh Restore Species, sebuah organisasi yang bekerja untuk mencegah kepunahan hewan.
Berdasarkan data mereka satu bangkai gajah yang terkontaminasi racun bisa membunuh sekitar 500 burung nasar. Sementara burung nasar sendiri dikenal sebagai hewan pemakan bangkai yang ulung.
Dengan memakan bangkai, mereka telah membantu menyeimbang ekosistem, salah satunya menghilangkan sumber antraks, rabies, dan penyakit lain yang bisa membahayakan spesies lain.
