1 dari 5 Spesies Reptil di Bumi Terancam Punah, Buaya Salah Satunya

5 Mei 2022 9:57
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi ular. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ular. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Sebuah riset baru menunjukkan angka kehadiran spesies reptil di Bumi saat ini semakin mengkhawatirkan. Para peneliti menemukan bahwa seperlima spesies reptil di dunia, dari buaya hingga ular, terancam punah.
ADVERTISEMENT
Sekitar 1.829 dari 10.196 spesies reptil berisiko musnah dari muka Bumi, dengan 1.489 di antaranya belum dapat ditentukan. Dengan kata lain, ilmuwan menyebutkan 21 persen atau satu dari lima spesies reptil di Bumi yang masuk ke daftar spesies terancam punah.
Data tersebut dianalisis dari Global Reptile Assesment oleh 52 ahli, dengan bantuan kurang lebih 900 ilmuwan dari seluruh penjuru dunia selama 17 tahun. Kajian yang telah dipublikasikan dalam jurnal Nature itu menjadi dasar penilaian Red List atau Daftar Merah oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN), yang memberikan peringatan kepada semua pihak akan adanya spesies reptil terancam punah dengan faktor dan dampaknya.
Sekarang setelah reptil di dunia dinilai secara komprehensif dalam Red List IUCN, kami memahami lebih detail daripada sebelumnya bagaimana kinerja reptil di dunia dan ancaman apa yang mereka hadapi. Meskipun hasil penilaian sangat mengkhawatirkan, sejarah ini memberi kami alasan untuk berharap untuk dapat memberi panduan tindakan konservasi bagi spesies yang membutuhkan.
– Craig Hilton-Taylor, Kepala Unit Daftar Merah IUCN –
Sejumlah orang yang berasal dari Suku Mura menunjukan deforestasi di dalam hutan Amazon, Brasil. Foto: REUTERS/Ueslei Marcelino
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah orang yang berasal dari Suku Mura menunjukan deforestasi di dalam hutan Amazon, Brasil. Foto: REUTERS/Ueslei Marcelino
Faktor utama terancamnya beberapa spesies reptil di seluruh dunia diakibatkan oleh alih fungsi lahan hutan menjadi pertanian dan kawasan pemukiman. Kasus deforestasi ini sangat umum ditemukan di wilayah Asia Selatan dan Tenggara, yang sebenarnya memiliki banyak keanekaragaman reptil.
ADVERTISEMENT
Faktor lain di antaranya kehadiran spesies invasif asing yang bersifat predator, serta perburuan secara masif oleh manusia.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
…..reptil termasuk kelompok (vertebrata) yang lebih terancam dibandingkan burung, namun lebih rendah daripada mamalia dan amfibi.
– Dr. Bruce Young, Kepala Zoologi dan Ilmuwan Konservasi Senior –
Salah satu spesies reptil yang terancam punah adalah buaya. Sedikitnya setengah dari spesies buaya di Bumi atau 11 dari 23 spesies masuk ke dalam Daftar Merah IUCN. Kerusakan habitat dan konflik dengan manusia menjadi ancaman serius yang dihadapi spesies buaya tersebut.
Gharial (Gavialis gangeticus), buaya pemakan ikan yang berasal dari India dan Nepal, misalnya, masuk dalam nominasi reptil terancam punah. Pembangunan bendungan dan konstruksi membuat habitat mereka mengalami destruksi. Belum lagi permasalahan penurunan kualitas habitat oleh pengambilan air secara masif untuk irigasi lahan pertanian di sepanjang aliran sungai.
Ilustrasi Buaya. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Buaya. Foto: Shutter Stock
Peneliti juga mengungkapkan sekitar 30 persen reptil menghuni kawasan hutan yang cenderung basah dan lembap. Sebagian besar spesies reptil itulah yang sangat rentan berhadapan dengan kepunahan oleh adanya deforestasi dan konversi lahan. Contoh nyata deforestasi hutan di wilayah Asia, menyebabkan King Kobra (Ophiophagus hannah) masuk dalam list Daftar Merah IUCN sebagai spesies rentan.
ADVERTISEMENT
Jika kita kehilangan mereka, kita akan kehilangan sejarah evolusi yang terjadi selama miliaran tahun lalu,” – Neil Cox, Manajer Unit Penilaian Keanekaragaman Hayati International Konservasi IUCN –
Cox juga menjelaskan bahwa reptil memiliki peranan penting dalam menjamin lingkungan yang sehat bagi manusia. Penurunan spesies reptil mampu mengubah tatanan ekosistem yang ada. Dampak yang paling signifikan terjadi adalah peningkatan serangga hama yang dapat merusak pertanian.

“Kita membutuhkan rencana konservasi yang solid, kesepakatan kebijakan global, dan negara-negara dapat berinvestasi secara penuh untuk membalikkan krisis keanekaragaman hayati jika kita ingin mencegah bencana kepunahan yang sedang berlangsung."

- Neil Cox, Manajer Unit Penilaian Keanekaragaman Hayati International Konservasi IUCN

Pernyataan Cox patut menjadi direnungkan oleh kita semua, sebab tidak hanya spesies reptil saja yang terancam punah di Bumi. Spesies lain seperti amfibi, mamalia, burung, terumbu karang, hingga beberapa jenis hiu dan pari terancam punah.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data Daftar Merah IUCN yang tercatat hingga 2021, ada 142.500 spesies hewan yang dimasukkan dalam daftar tersebut. Bahkan, 40.000 spesies di antaranya terancam punah.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·