1 Pasien Virus Corona di Indonesia Punya Penyakit Penyerta, Apa Maksudnya?

Jumlah kasus positif virus corona SARS-CoV-2 di Indonesia melonjak dari 19 menjadi 27 orang hanya dalam sehari saja. Laporan terbaru itu diumumkan juru bicara penanganan COVID-19 di Indonesia, Achmad Yurianto, pada Selasa (10/3).
“Saya bertemu tim laboratorium yang menangani ini dan kemudian saya sempat bertemu Kabalitbangkes. Saya umumkan lagi kasus positif," kata Yurianto, di Istana Presiden, Jakarta, Selasa (10/3).
Pria yang akrab disapa Yuri itu merinci ada tambahan delapan kasus positif virus corona yang dikonfirmasi hari ini, salah satunya menimpa wanita berusia 73 tahun yang tertular saat bepergian ke luar negeri. Pasien itu dirujuk sebagai Kasus 23.
Kondisinya saat ini tengah stabil meski harus memakai ventilator atau alat bantu pernapasan karena memiliki penyakit penyerta cukup banyak. Dengan kata lain, pasien memiliki riwayat masalah kesehatan sebelumnya.
Karakteristik ini merupakan salah satu faktor yang disebut WHO dapat meningkatkan risiko komplikasi saat seseorang terinfeksi virus corona SARS-CoV-2. Adanya riwayat penyakit memang tidak serta merta membuat seseorang lebih berisiko terinfeksi, namun jika terpapar, ada kemungkinan pasien bakal mengalami gejala yang lebih parah.
“Sebagian besar (80 persen) penderita COVID-19 mengalami gejala ringan. Risiko komplikasi sangat tinggi bagi mereka yang berusia 60 tahun ke atas, dan mereka yang memiliki penyakit penyerta, seperti diabetes dan penyakit jantung,” ujar Dr. N. Paranietharan, perwakilan WHO Indonesia, dalam situs resmi WHO.
CNN melaporkan pada 6 Maret, ribuan korban meninggal dunia, terutama di China, merupakan pasien lansia dengan riwayat penyakit sebelumnya, seperti penyakit jantung. Karena itu, penting bagi kelompok rentan untuk senantiasa menjaga kesehatan tubuh dan melakukan upaya pencegahan agar tak tertular virus.
WHO mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik dan meningkatkan kebersihan diri sesuai rekomendasi WHO, seperti berikut ini:
Mencuci tangan menggunakan air bersih dan cairan antiseptik.
Menjaga etiket batuk dan bersin.
Hindari kontak dengan penderita, atau siapa pun yang mengalami demam dan batuk.
Jika mengalami demam, batuk, disertai sesak napas, sebaiknya segera menghubungi fasilitas kesehatan, dan bagikan informasi ke petugas medis tentang riwayat perjalanan, termasuk apakah pernah kontak dengan penderita COVID-19 atau tidak.
