2 Burung Langka Enggang Jambul Putih Tertangkap Kamera di TN Gunung Leuser

18 Oktober 2021 12:36 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Enggang jambul putih. Foto: Wikipedia
zoom-in-whitePerbesar
Enggang jambul putih. Foto: Wikipedia
ADVERTISEMENT
Dua burung langka enggang jambul putih tertangkap kamera pengintai yang terpasang di Taman Nasional Gunung Leuser. Keduanya tampak sedang mencari makan di dekat sebuah kubangan air.
ADVERTISEMENT
Dalam video berdurasi 30 detik yang diunggah di akun Instagram @bbtn_gn_leuser, terlihat dua ekor enggang jambul putih (Berenicornis comatus) jantan dan betina sedang meloncat ke sana kemari di pinggir kubangan air.
Enggang jambul jantan dan betina bisa dibedakan dari gradasi warna di tubuhnya. Enggang jantan memiliki warna putih di bagian lehernya, sementara leher betina berwarna hitam.
“Malam ini malam Jumat. Ku melihat ada yang lompat-lompat. Ekornya putih, jambulnya juga putih. Seksama kuperhatikan, ternyata dia tak sendirian. Sekali lagi kuperhatikan. Beneran, dia tak sendirian. Hanya berdua: bersama pasangannya,” tulis unggahan di akun Instagram @bbtn_gn_leuser.
Baik jantan maupun betina memiliki ekor panjang berwarna putih. Begitupun dengan jambul atau mahkota di kepalanya yang juga dihiasi bulu berwarna putih. Dijelaskan dalam Rangkong Indonesia, panjang tubuh burung ini sekitar 75-80 cm. Warna punggung hitam dan putih bagian ujung, serta kaki berwarna hitam dan paruh abu-abu.
ADVERTISEMENT
Ketika mereka merasa terancam, enggang jambul putih bakal membentangkan sayap dan bulu ekor, sambil menggerakan paruhnya naik turun.
Populasi enggang jambul putih tersebar di beberapa hutan tropis Asia Tenggara, termasuk Myanmar, Thailand, Malaysia, Brunei, India, dan Indonesia meliputi Sumatera dan Kalimantan.
Burung ini hidup dalam kelompok kecil dan besar sehingga sering mendiami hutan primer, hutan dataran rendah, perkebunan sawit dan perkebunan coklat. Dalam satu kelompok, mereka bisa menjangkau area seluas 10 km persegi.
Enggang jambul putih menyukai beberapa jenis buah yang kaya akan kandungan lipid seperti pala dan coklat. Namun, mereka juga terkadang memakan hewan lain seperti kadal, ular, larva dan serangga.
Enggang jambul putih (Berenicornis comatus). Foto: Flickr
Saat memasuki musim kawin, enggang jambul akan saling membantu. Para ‘pengawal’ bakal menjaga wilayah kekuasaan sambil bersuara, untuk menunjukkan perlawanan jika ada ancaman. Untuk musim bertelur di Kalimantan diperkirakan terjadi pada bulan Desember sampai Januari. Dari beberapa telur yang dihasilkan, biasanya hanya satu yang berhasil bertahan.
ADVERTISEMENT
Enggal jambul putih masuk dalam daftar satwa dilindungi berdasarkan PermenLHK No.20 Tahun 2018. IUCN dan CITES memasukkan burung ini dalam kategori Endangered (terancam punah) dan Appendix II.
Deforestasi hutan menjadi ancaman utama pada populasi enggang jambul di alam liar. Burung ini juga sering menjadi alternatif buruan ketika pemburu tidak mendapatkan targetnya.