2 Tahun Beruntun Jam Kiamat Tunjukkan Waktu 2 Menit Jelang Akhir Zaman

Peneliti dari organisasi Bulletin of the Atomic Scientists (BAS) mengumumkan bahwa kita umat manusia kini hanya berjarak dua menit menuju "kiamat". Mereka mengatakan bahwa ancaman yang dihadapi umat manusia sekarang sudah mencapai tingkat keabnormalan yang baru.
Pada Kamis (24/1), untuk dua tahun berturut-turut, Jam Kiamat atau Doomsday Clock menunjukkan waktu dua menit menuju tengah malam. Jam itu merupakan sebuah jam yang menjadi simbol jarak menuju kiamat akibat perbuatan manusia.
"Meski tidak berubah dari 2018, kita tidak bisa mengartikannya sebagai tanda stabilitas. Kita harus melihatnya sebagai peringatan keras bagi para pemimpin dan penduduk dunia ini," papar BAS dalam suatu pernyataan mereka, sebagaimana dilansir Reuters.

Mereka menambahkan bahwa dua ancaman langsung terhadap keberadaan umat manusia, yaitu perang nuklir dan perubahan iklim, semakin memburuk tahun lalu. Hal ini, menurut mereka, disebabkan oleh meningkatnya penggunaan perang informasi untuk mengganggu demokrasi di dunia.
"Di banyak forum, termasuk di antaranya media sosial, para pemimpin nasionalis dan orang-orang di sekeliling mereka berbohong tanpa merasa malu. Mereka bersikeras bahwa kebohongan mereka adalah kebenaran, sementara yang benar dicap 'berita palsu'," tambah mereka lagi.

Para peneliti BAS secara khusus menyoroti Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pasalnya sejak terpilih pada 2016 lalu, Jam Kiamat semakin mendekat ke tengah malam tiap tahunnya. Salah satunya adalah karena meningkatnya ketegangan antara AS dengan Korea Utara akibat program nuklir.
Terakhir kali Jam Kiamat begitu dekat dengan tengah malam adalah saat terjadi percobaan bom hidrogen oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet pada 1953, yang memulai era lomba senjata nuklir.
Selain itu para peneliti menjelaskan bahwa terjadi peningkatan emisi karbon dioksida selama dua tahun terakhir yang mendorong jam semakin dekat dengan tengah malam.

Para peneliti menyarankan, agar jam bisa menjauhi tengah malam, pihak AS dan Rusia harus memperbarui perjanjian mengenai nuklir mereka. Selain itu, mereka juga menyarankan agar dilakukan diskusi untuk mengurangi penyalahgunaan teknologi di dunia.
Meski begitu, Rachell Bronson, presiden BAS, mengatakan kepada The Washington Post bahwa kemungkinan besar kita akan terus melihat kondisi ini, jam menunjukkan dua menit sebelum tengah malam, untuk waktu yang cukup lama.
