23 Kontak Lensa Bersarang di Mata Wanita Ini, Lupa Cek Mata 2 Tahun
·waktu baca 2 menit

Seorang dokter mata di Amerika Serikat telah menerima pasien dengan kasus mengerikan. 23 lensa kontak mata ditemukan menumpuk dan tersangkut di matanya selama satu bulan tanpa disadarinya.
Katerina Kurteeva, dokter mata dari Newport Beach, California bercerita jika ia kedatangan pasien berusia 70-an yang mengeluh jika penglihatannya kabur disertai dengan rasa sakit yang tak tertahankan di matanya.
Meskipun lansia dianjurkan mengunjungi dokter mata setahun sekali untuk pemeriksaan, perempuan tersebut diketahui sudah dua tahun melewatkan pemeriksaan matanya.
Awalnya, Dr. Kurteeva mengira pasien memiliki lensa kontak yang rusak di matanya atau sisa-sia riasan yang masih menempel.
Ketika ia menarik kelopak mata pasien ke bawah, ia menemukan tumpukan kontak lensa yang saling menempel di bagian atas bola matanya. Ketika dikeluarkan perlahan-lahan menggunakan q-tip, ada 23 kontak lensa yang saling bertumpuk di mata perempuan tersebut.
Dilansir Daily Mail, Dr. Kurteeva mengatakan wanita tersebut telah memakai lensa kontak selama 30 tahun. Beruntungnya pasien tidak kehilangan penglihatannya atau menderita infeksi.
Selama 20 tahun berkarier sebagai dokter mata, ia mengatakan belum pernah menemui kasus seperti yang dialami perempuan tersebut.
“Saya belum pernah melihat yang seperti ini.”
Aksi ‘bersih-bersih’ ini lantas diunggah Dr. Kurteeva di Instagram dan langsung jadi viral. Video tersebut kini sudah ditonton lebih dari 3,2 juta kali.
Faktor usia bisa jadi penyebab
Sebulan setelah pengangkatan, Dr. Kurteeva mengatakan penglihatan tersebut kembali normal dan dia merasa jauh lebih baik.
Ia sendiri tidak tahu bagaimana pasien lupa melepas lensa selama itu, tapi bisa jadi karena dia telah memakai lensa selama 30 tahun.
Saat memakai lensa untuk waktu yang lama, ujung saraf kornea seseorang akan menjadi tidak peka, yang berarti wanita tersebut tidak akan merasakan 23 lensa secara intens.
Usianya mungkin juga menjadi faktor, kata Dr Kurteeva, karena orang tua memiliki forniks kelopak mata yang jauh lebih dalam – area yang paling tidak sensitif – dan lensa kontak tetap di sana selama bertahun-tahun tanpa mengganggunya.
