Kumparan Logo

3 Gejala saat Tubuh Kasih Sinyal ‘Red Alert’

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi sembelit. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sembelit. Foto: Shutterstock

Saat kita terserang penyakit, tubuh akan memunculkan sinyal-sinyal darurat (red alert). Sinyal ini mendeteksi adanya patogen dan ‘menyuruh’ sitokin untuk mengaktifkan respons imun terhadap infeksi, peradangan, atau luka.

Respons imun tersebut lalu mengaktifkan histamin dengan memperlebar pembuluh darah agar sel imun cepat mengobati area infeksi. Histamin bisanya akan memicu gejala alergi, sebagai tanda bahwa tubuh sedang dalam keadaan red alert.

Sayangnya, kita kadang menganggap remeh sinyal-sinyal tersebut. Padahal, semakin dini disadari, semakin cepat pula penanganan yang bisa dilakukan. Sehingga, risiko terkena penyakit yang lebih parah bisa diminimalisir.

Brown Health University pun merilis beberapa red alert tubuh yang sebaiknya tidak kita abaikan. Tiga di antaranya mungkin sering kamu alami, apa saja?

3 Tanda Tubuh Mengirim Sinyal ‘Red Alert’

1. Sembelit dan susah BAB

Sembelit membuat tubuh tidak bisa mengeluarkan kotoran dan menumpuk di usus. Di sisi lain, manusia buang air besar setidaknya tiga kali dalam seminggu atau 2 hari sekali. Jika frekuensi buang air besar kurang, tinja menjadi kering dan keras sehingga lebih sulit dikeluarkan dari anus.

Ilustrasi sembelit. Foto: Shutterstock

Belum lagi bila mengejan terlalu keras, kamu akan merasa nyeri hingga beberapa jam lalu terdapat darah merah segar pada feses. Hal ini menunjukkan adanya luka di sekitar anus dan bisa menyebabkan wasir.

Oleh sebab itu, usahakan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat dan mencukupi kebutuhan air harian.

Agar BAB lebih lancar, kamu juga bisa menggunakan Vegeta Herbal yang mengandung psyllium husk. Dilansir Healthline, psyllium akan bekerja sebagai prebiotik: makanan yang dibutuhkan bakteri baik (probiotik) di usus.

instagram embed

Ketika dikonsumsi, psyllium juga membentuk gel dan menyerap air di usus, sehingga dapat melancarkan BAB.

Vegeta Herbal juga mengandung empat bahan herbal lainnya, mulai dari Folium sennae untuk membantu melancarkan buang air besar, wasir, dan iritasi usus besar; akar Rhei radix yang dapat menjadi komponen obat pencahar; Foeniculi fructus atau adas yang bisa membantu mengatasi gangguan sistem pencernaan, perut kembung, dan susah buang air besar.

Ada pula kandungan Liquiritiae radix yang membantu mengobati gangguan gastrointestinal atau pendarahan saluran pencernaan yang dapat timbul salah satunya karena susah buang air besar.

instagram embed

Cara penyajian Vegeta Herbal pun mudah. Kamu hanya perlu mencampur satu sachet Vegeta Herbal dan segelas air. Vegeta Herbal sebaiknya dikonsumsi setelah makan malam.

Selama mengonsumsi Vegeta Herbal, usahakan untuk minum air putih sedikitnya 8 gelas sehari ya!

2. Kelelahan kronis

Wajar bila kamu merasa lebih lelah saat kurang tidur atau terlalu banyak aktivitas fisik. Namun, jika rasa lelah tersebut tiba-tiba muncul dan berlangsung lama, hal ini bisa jadi red alert yang serius. Jangan ragu untuk konsultasi ke dokter agar kamu mengetahui penyebabnya.

3. Demam

Dilansir US National Library of Medicine, demam merupakan respons tubuh dalam memerangi zat patogen yang masuk, seperti bakteri atau virus. Karena virus dan bakteri tidak suka di tempat yang panas, sistem imun akan menyuruh otak untuk menaikkan suhu tubuh. Akibatnya, badan kita pun terasa lebih panas dari biasanya.

Demam biasanya akan turun dalam 3-5 hari. Bila lebih dari itu, jangan ragu untuk ke dokter agar mendapatkan penanganan lebih lanjut.