Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 ยฉ PT Dynamo Media Network
Version 1.103.0
3 Peneliti Resmi Dikukuhkan LIPI sebagai Profesor Riset
12 Desember 2018 16:53 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:04 WIB

ADVERTISEMENT
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) resmi mengukuhkan gelar profesor riset kepada tiga peneliti.
ADVERTISEMENT
Tiga peneliti tersebut adalah Dr. Andria Agusta dari Pusat Penelitian Biologi LIPI, Dr. Eko Tri Sumarnadi Agustinus dari Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, dan Dr. Firman Noor dari Pusat Penelitian Politik LIPI. Masing-masing peneliti berasal dari bidang keilmuan kimia bahan alam, pemrosesan mineral, serta politik dan pemerintahan Indonesia.
"Saya secara khusus mengucapkan selamat bagi kolega-kolega kami, Profesor Dr. Andria, Profesor Dr. Eko, dan Profesor Dr. Firman," ujar Kepala LIPI Laksana Tri Handoko dalam acara pengukuhan di Ruang Auditorium LIPI, Jakarta, Rabu (12/12).
"Mereka telah berhasil mencapai jenjang tertinggi sebagai peneliti dan sekarang sudah dikukuhkan menjadi profesor riset. Besar harapan saya dengan bertambahnya profesor riset di LIPI, kualitas SDM dan riset jadi meningkat," tuturnya.
ADVERTISEMENT

Profesor riset sendiri adalah gelar yang diberikan kepada peneliti utama di LIPI dan telah menyelesaikan pendidikan S3.
Di acara pengukuhan profesor riset tersebut, ketiga peneliti itu melakukan orasi pidato pengukuhan. Orasi pidato itu merupakan salah satu syarat wajib bagi para peneliti untuk bisa mendapat gelar profesor riset.
Dalam orasi pidato, para peneliti menjelaskan tentang riset-riset yang telah mereka jalani sejak awal karier mereka. Selain itu mereka juga mengucapkan rasa terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu mereka selama ini.
Sampai saat ini, sudah ada 157 profesor riset dari sekitar 1.600 peneliti di LIPI. Meski begitu, gelar profesor riset dari LIPI tidak hanya khusus bagi peneliti LIPI Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Thomas Djamaluddin, juga pernah mendapat gelar profesor riset semacam ini pada Desember 2009 lalu.
ADVERTISEMENT
"LIPI adalah pembina peneliti seluruh Indonesia, jadi semua peneliti di Indonesia bisa mengajukan diri dan kemudian dinilai apakah layak menjadi profesor riset," ungkap Handoko yang baru dilantik menjadi Kepala LIPI pada tahun ini, tepatnya sejak 31 Mei lalu.