4 Produk Alternatif Tembakau untuk Bantu Berhenti Merokok

17 April 2020 12:49
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Asap rokok sangat berbahaya bagi kesehatan Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Asap rokok sangat berbahaya bagi kesehatan Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Bagi perokok dewasa, berhenti merokok itu berat. Kalau sudah kecanduan, akan sulit dihentikan karena sudah menjelma menjadi sebuah kebiasaan. Bahkan merokok menjadi bagian dari pola atau rutinitas seseorang.
ADVERTISEMENT
Bagi beberapa orang, merokok dianggap sebagai cara untuk menghilangkan stres, bersenang-senang, atau untuk bersosialisasi. Tak heran meski sudah tahu beragam efek buruk dari rokok, mereka tetap sulit untuk berhenti.
Bagi perokok yang sulit berhenti, sebetulnya ada opsi mengurangi risiko dengan cara beralih ke produk tembakau alternatif yang lebih rendah risiko. Apa saja?

Tembakau kunyah

Tembakau kunyah atau yang lebih dikenal di Indonesia dengan tembakau sugi adalah alternatif lain dari membakar tembakau atau merokok. Caranya dengan mengambil sedikit tembakau dan ditelatkan di dalam mulut pada bagian antara pipi dan gusi. Tembakau ini biasanya tersedia dalam bentuk kemasan kaleng atau kantong.
Mengunyah tembakau bisa menjadi alternatif ketika Anda ingin merokok di lingkungan bebas asap rokok. Namun, mengunyah tembakau bukan berarti tidak memiliki resiko. Maka, Anda harus tahu takaran yang tepat agar tidak berlebihan.
ADVERTISEMENT

Tembakau tempel

com-Ilustrasi tembakau tempel. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-Ilustrasi tembakau tempel. Foto: Shutterstock
Tembakau tempel atau yang lebih dikenal dengan snus adalah tembakau tanpa asap yang paling populer di Skandinavia. Penggunaan tembakau kering ini hanya ditempelkan di bawah bibir. Snus dikemas di dalam sebuah kantong yang berbentuk seperti kantong teh berukuran lebih kecil.
Beberapa ahli berpendapat bahwa snus dapat membantu orang berhenti merokok. Tapi seperti produk tembakau, tembakau tempel bukan berarti tanpa risiko kesehatan.

Dissolvable tobacco

Beda dari alternatif lainnya, dissolvables tobacco adalah tembakau yang dapat larut dan digunakan sebagai pelega tenggorokan. Bentuknya bermacam-macam seperti strip, atau stick, dan beberapa mungkin terlihat seperti permen.
Sama dengan produk tembakau lainnya, produk tembakau yang dapat larut ini tetap mengandung nikotin dan unsur-unsur berbahaya dan berpotensi berbahaya lainnya. Jadi, disarankan untuk tidak dikonsumsi secara berlebihan.
ADVERTISEMENT

Rokok elektrik

com-ilusttrasi rokok elektrik. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
com-ilusttrasi rokok elektrik. Foto: Shutterstock
Dari keempat alternatif rokok di atas, rokok elektrik atau vape adalah yang paling populer di Indonesia. Vaping adalah tindakan menghirup dan menghembuskan aerosol, sering disebut sebagai uap, yang diproduksi oleh e-rokok atau perangkat serupa. Istilah ini digunakan karena e-rokok tidak menghasilkan asap tembakau, melainkan aerosol.
Sebuah studi yang didukung National Institute for Health Research and Cancer Research di Inggris membuktikan bagaimana rokok elektrik dapat menjadi terapi untuk berhenti merokok. Studi yang dilakukan di Inggris pada April 2015 dan berakhir pada Maret 2018 ini melihat tingkat pantang yang tervalidasi secara biokimia selama 12 bulan pada perokok yang menggunakan rokok elektrik dibandingkan dengan terapi pengganti nikotin (nicotine replacement therapy/NRT).
Seiring perkembangan zaman, keempat produk tersebut terus mengalami perkembangan tanpa menghilangkan esensi utamanya. Namun, semua jenis alternatif yang digunakan tetap perlu dikonsumsi dengan takaran yang tidak berlebihan, ya.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020