Kumparan Logo

4 Teori Segitiga Bermuda: Gelombang Laut Raksasa hingga Medan Magnet Tinggi

kumparanSAINSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Kawasan Segitiga Bermuda. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kawasan Segitiga Bermuda. Foto: Shutter Stock

Segitiga Bermuda dianggap sebagai wilayah penuh misteri. Ia menjadi legenda karena banyaknya kapal dan pesawat yang dilaporkan hilang misterius di sana.

Wilayah yang berada di antara Samudra Atlantik, Bermuda, dan Puerto Rico ini telah menjadi kuburan bagi banyak orang. Menurut laporan The Week, rata-rata empat pesawat dan 20 kapal laut di zona tersebut menghilang tanpa jejak setiap tahunnya.

Fenomena yang sulit dijelaskan para ilmuwan ini lantas menimbulkan banyak teori di balik wilayah yang dijuluki Devil's Triangle atau Segitiga Setan itu. Berikut empat teori yang cukup populer terkait Segitiga Bermuda.

Gelombang laut raksasa

Menurut dokumenter Channel 5 yang berjudul The Bermuda Triangle Enigma, para ilmuwan percaya di daerah tersebut kerap terjadi gelombang besar yang berbahaya. Menurut ahli kelautan Universitas Southampton, Simon Boxall, mengatakan Segitiga Bermuda berbahaya karena menjadi tempat pertemuan antara badai selatan dan badai utara sehingga menyebabkan cuaca ekstrem untuk dilalui kapal laut.

The Huffington Post melaporkan bahwa gelombang laut di Segitiga Bermuda bisa mencapai ketinggian 100 kaki atau 30,5 meter. Tinggi gelombang tersebut setara dengan gelombang raksasa yang pernah tercatat yaitu gelombang tsunami di Teluk Lituya Alaska pada tahun 1958.

Ilustrasi laut di Segitiga Bermuda. Foto: Joel Arbaje via Unsplash

Gelembung metana

Pada tahun 2016 serangkaian kawah besar ditemukan di dasar laut di sekitar pantai Norwegia. Kawah berukuran hingga setengah mil lebarnya dan kedalaman 150 kaki tersebut diyakini terbentuk karena gelembung gas metana yang sebagian besar bocor dari endapan minyak dan gas yang terkubur di dasar laut. Peneliti beranggapan sebelum gas-gas tersebut meledak ke permukaan, mereka dapat menyebabkan letusan besar yang membentuk kawah di dasar laut.

Lubang cacing

Secara teori lubang cacing pada dasarnya adalah jalan pintas ruang-waktu yang disebut berpotensi memungkinkan perjalanan waktu. Meskipun lubang cacing belum terbukti ada, banyak orang yang mengaitkan keberadaannya dengan Segitiga Bermuda. Beberapa orang percaya lubang cacing adalah alasan mengapa banyak kapal tidak ditemukan setelah menabrak Segitiga Bermuda.

Medan magnet tinggi

Segitiga Bermuda menjadi salah satu tempat di Bumi di mana kompas kesulitan menunjuk arah utara yang sebenarnya. Banyak orang telah melaporkan kejadian aneh dengan kompas mereka di wilayah Segitiga Bermuda selama bertahun-tahun. Meskipun tidak selalu terjadi, hal itu dapat menyebabkan pilot dan pelaut keluar jalur secara signifikan.

Ilustrasi peta Segitiga Bermuda Foto: Shutter Stock