Kumparan Logo

5 Alasan Kenapa Jadi Ayah Bisa Buat Pria Lebih Sukses

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi ayah dan anak. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ayah dan anak. (Foto: Thinkstock)

Menjadi ayah memang tidak mudah. Banyak tanggung jawab serta pengorbanan yang harus dilakukan demi anak. Namun ternyata menjadi seorang ayah juga memiliki efek positif bagi seorang pria.

Berikut lima penjelasan dari sains bagaimana menjadi ayah bisa membuat pria lebih sukses, sebagaimana dikutip dari Business Insider.

1. Mudah Dapat Kerja

Ilustrasi anak dan ayah (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dan ayah (Foto: Pixabay)

Pada suatu studi dari Cornell University, ditemukan bahwa pelamar kerja yang juga seorang ayah mendapatkan opini yang lebih baik dari pihak pemberi kerja.

Dalam studi tersebut, para peneliti mengirimkan para pemberi kerja resume palsu yang memiliki isi nyaris sama. Perbedaan dari resume tersebut adalah pelamar kerja tergabung dalam asosiasi orang tua dan guru.

Dijelaskan bahwa kandidat pria yang dalam resumenya menjelaskan ia tergabung pada asosiasi orang tua dan guru, ternyata lebih sering dipanggil untuk tahap selanjutnya dibandingkan yang tidak. Sebaliknya, kandidat perempuan yang tergabung dalam asosiasi itu malah memiliki tingkat yang lebih rendah untuk dipanggil dibanding perempuan yang tidak tergabung dalam asosiasi tersebut.

Para peserta studi juga menilai para ayah sebagai pelamar kerja yang ideal dibandingkan para ibu dan mereka yang bukan ayah. Hal ini karena para ayah dinilai lebih kompeten dan juga berkomitmen dibandingkan ibu atau pria tanpa anak.

Selain itu, ditemukan juga bahwa pria yang memiliki anak diizinkan untuk terlambat masuk kerja lebih banyak dibandingkan para ibu ataupun mereka yang tidak memiliki anak.

2. Melapangkan Rezeki

Ilustrasi ayah dan anak. (Foto: Thinkstock)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ayah dan anak. (Foto: Thinkstock)

Dalam buku berjudul "The Fatherhood Bonus and The Motherhood Penalty: Parenthood and the Gender Gap in Pay" yang ditulis oleh Elaine C. Kamarck, dijelaskan bahwa bagi kebanyakan pria, menjadi seorang ayah bisa membuatnya mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

Selain itu dalam tulisan akademik oleh Michelle J. Budig, profesor di University of Massachusetts-Amherst, ia berpendapat bahwa, "Meski kesenjangan gaji antar gender telah berkurang, kesenjangan gaji akibat menjadi orang tua terus meningkat.”

Dalam risetnya yang telah dilakukan selama 15 tahun, Budig menemukan bahwa, dalam rata-rata, pria mendapatkan gaji enam persen lebih banyak ketika mereka memiliki anak. Sementara itu para perempuan malah mengalami penurunan pemasukan sekitar empat persen bagi setiap anak yang ia miliki.

Hal ini sejalan dengan studi lain yang menemukan bahwa pihak pemberi kerja lebih mau memberikan para ayah gaji yang lebih besar, dibandingkan dengan ibu serta mereka yang bukan orang tua.

3. Produktivitas Tetap Sama

Ilustrasi anak dan ayah (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dan ayah (Foto: Pixabay)

Ternyata menurut suatu studi, menjadi seorang ayah tidak menurunkan produktivitas dari seseorang. Bahkan ditemukan bahwa produktivitas seorang pria mendapat peningkatan setelah menjadi orang tua.

Dalam sebuah analisis yang dilakukan oleh Federal Reserve Bank of St. Louis, ditemukan bahwa seorang ayah dengan dua orang anak sedikit lebih produktif dibandingkan dengan ayah yang memiliki satu orang anak maupun pria tanpa anak.

Selain itu, ditemukan juga bahwa seorang ayah yang memiliki anak kembar menjadi 52 persen lebih produktif.

4. Karyawan yang Baik

Ilustrasi anak dan ayah. (Foto: Freepik)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak dan ayah. (Foto: Freepik)

Para peneliti dari Clark University dan Center for Creative Leadership di AS menemukan bahwa dengan menjadi orang tua, para manajer mengalami peningkatan performa serta mendapatkan kemampuan yang berguna bagi pekerjaannya.

Mereka menduga bahwa dengan berkeluarga seseorang bisa mengembangkan kemampuan seperti bernegosiasi, berkompromi, menyelesaikan konflik, bersabar, dan melakukan multitasking.

Selain itu, keluarga juga membuat para manajer tersebut memiliki perasaan positif yang kemudian terbawa ke tempat kerja sehingga meningkatkan performa.

5. Lebih Ambisius

Ayah dan anak (Foto: Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Ayah dan anak (Foto: Unsplash)

Menurut LeanIn.org serta McKinsey & Company, para ayah memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengatakan bahwa mereka ingin dipromosikan dan menjadi eksekutif di perusahaannya dibandingkan mereka yang belum memiliki anak.

Sementara itu para orang tua yang mengatakan bahwa mereka tidak tertarik untuk mengejar karier tinggi biasanya menyebut kesulitan untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga sebagai alasannya.