5 Alasan Kenapa Laut Sangat Penting bagi Manusia

5 September 2019 19:25
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi Laut Sabah, Malaysia. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Laut Sabah, Malaysia. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
70 persen permukaan Bumi kita terdiri dari lautan, dan telah sejak lama lautan memberikan manfaat bagi manusia dan makhluk lain yang hidup di Bumi. Lebih dari itu, lautan ternyata menyimpan segudang manfaat lain yang mungkin belum banyak orang ketahui, dan tampaknya kita perlu menjaga laut untuk kelangsungan hidup di masa depan.
ADVERTISEMENT
Lantas, mengapa laut menjadi hal yang penting untuk kita? Berikut lima alasan kenapa manusia perlu menjaga laut untuk masa depan seperti dilansir dari web World Economic Forum.
1. Membantu kita bernapas
Manfaat laut ada dalam organisme yang hidup di dalamnya, salah satunya adalah fitoplankton. Organisme kecil ini bertanggung jawab atas setidaknya 50 persen oksigen yang ada di Bumi.
Laiknya tanaman yang tumbuh di darat, fitoplankton juga mengandung klorofil untuk menangkap sinar matahari guna fotosintesis, dan mengubahnya menjadi energi yang mereka butuhkan. Mereka juga menghasilkan oksigen dari fotosintesis tersebut.
Selain itu, fitoplankton juga mengonsumsi karbon dioksida. Organisme ini mentransfer sekitar 10 gigaton karbon dari atmosfer ke lautan di setiap harinya.
Alam bisa jadi inspirasi saat memberi nama anak kembar Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Alam bisa jadi inspirasi saat memberi nama anak kembar Foto: Pixabay
2. Laut membantu mengatur iklim
ADVERTISEMENT
Lautan menyerap panas dalam jumlah besar yang dikeluarkan oleh matahari. Menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional AS (NOAA), selama 50 tahun terakhir, lebih dari 90 persen pemanasan yang terjadi Bumi berada di lautan.
Pemanasan itu cenderung terjadi di lautan dekat garis khatulistiwa. Arus laut lalu menyebarkan panas itu ke seluruh dunia, ke utara dan selatan, hingga menuju kutub. Ketika sebagian air laut menguap, maka air laut akan menjadi lebih padat dan lebih berat karena kandungan garamnya yang relatif lebih tinggi. Hal ini menyebabkan pemanasan pada bagian laut yang lebih dalam.
Beberapa arus laut juga bertanggung jawab langsung pada perubahan iklim tertentu. Salah satu contohnya adalah Arus Teluk (Gulf Stream), yakni arus hangat dan cepat yang berasal dari Teluk Meksiko lalu melintasi Atlantik dan kemudian menuju Eropa. Jika Arus Teluk terganggu, bagian barat Eropa, termasuk Inggris, Irlandia, dan Prancis, akan mengalami suhu udara yang lebih dingin.
ADVERTISEMENT
3. Menjadi sumber makanan
Ikan dari laut telah menjadi menu makanan bagi miliaran orang di seluruh dunia. Ikan telah menyumbang 16 persen dari semua protein hewani yang dikonsumsi secara global. Selain ikan, ada juga makanan lain dari laut yang dapat dikonsumsi, misalnya tanaman ganggang laut dan rumput laut.
Hasil panen ikan tuna cakalang dan layang milik Nelayan Makassar. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Hasil panen ikan tuna cakalang dan layang milik Nelayan Makassar. Foto: Dok. Istimewa
Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), rumput laut mengandung beberapa nutrisi yang bermanfaat, seperti natrium, kalsium, magnesium, dan yodium. Kekurangan yodium telah diidentifikasi sebagai penyebab gangguan perkembangan kognitif pada anak-anak.
Isu tekanan pada sumber daya alam dan pencemaran lingkungan telah menuntun manusia untuk mengubah menu makan mereka, termasuk mengurangi konsumsi daging sapi. Sebab, seekor sapi misalnya, bisa menghasilkan 2,8 kilogram gas rumah kaca per kilogram berat badannya, dan membutuhkan 10 kilogram pakan setiap kali dia makan.
ADVERTISEMENT
Selain itu, untuk mendapatkan satu gram protein dari hewan ternak, kamu membutuhkan 112 liter air. Sedangkan lautan, jika dikelola dan dipelihara dengan baik, dapat menjadi sumber makanan yang berkelanjutan untuk masa sekarang dan masa depan, mengingat populasi manusia yang terus bertambah.
4. Menjadi tempat hidup keanekaragaman hayati
Bukan hanya menjadi sumber makanan, lautan juga merupakan rumah bagi banyak kehidupan. Saking banyaknya hewan yang hidup di sana, sampai saat ini belum diketahui secara pasti berapa jumlah makhluk hidup yang ada di laut.
Menurut National Library of Medicine dari National Institutes of Health AS, 91 persen spesies di lautan belum teridentifikasi. Hal ini disebabkan luas samudra yang mencakup 70 persen permukaan Bumi, dengan kedalaman mencapai 11.000 meter. Mereka memperkirakan jumlah makhluk hidup yang belum ditemukan di laut diperkirakan mencapai jutaan.
Kondisi terumbu karang di Mangrove Point, Bali Foto: Intan Alfitry Novian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi terumbu karang di Mangrove Point, Bali Foto: Intan Alfitry Novian/kumparan
Salah satu contoh makhluk yang menggambarkan betapa misteriusnya samudra adalah ikan coelacanth. Ikan ini ditemukan dalam bentuk fosil dan diyakini telah punah. Namun seekor coelacanth yang masih hidup sempat ditemukan pada tahun 1938 di lepas pantai Afrika Selatan.
ADVERTISEMENT
Makhluk laut dalam yang menakjubkan ini memberikan wawasan yang tak ternilai tentang bagaimana hewan laut dapat beradaptasi dengan kehidupan di darat, karena cara mereka menggerakkan siripnya menyerupai cara banyak makhluk berkaki empat berjalan.
Keanekaragaman hayati di lautan ini bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk wisata, sumber pangan, dan penelitian atau kepentingan lainnya.
5. Sumber mata pencaharian umat manusia
Menurut Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), pada tahun 2030 industri laut diperkirakan akan mempekerjakan lebih dari 40 juta orang di seluruh dunia. Bagian terbesar dari pekerjaan itu kemungkinan ada di sektor perikanan, dan diikuti oleh pariwisata.
Pada dasarnya, kesehatan ekonomi industri maritim berkaitan dengan kesehatan laut secara keseluruhan. Di negara-negara berkembang, ekonomi laut menjadi hal yang sangat penting. Sebab, sebagian besar masyarakat di negara berkembang menggantungkan dirinya kepada laut sebagai mata pencaharian mereka.
ADVERTISEMENT
Tantangan seperti perubahan iklim dan kurangnya kesadaran dalam mengelol laut telah membahayakan sumber daya di dalamnya. Hal itu akan berdampak buruk pada potensi kegiatan sosial ekonomi yang bergantung pada sumber daya alam di masa mendatang, serta menghambat penghasilan masyarakat di masa sekarang.
Lautan memiliki peran dalam mengatur curah hujan dan kekeringan, menampung 97 persen air di planet, dan menyerap CO2, serta membantu menjaga siklus karbon agar tetap seimbang. Laut telah memberikan makanan hingga pekerjaan bagi miliaran orang di dunia.
Laut juga merupakan lingkungan alam yang indah untuk dinikmati, memberikan kebahagiaan yang tak ternilai. Hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di alam bisa menurunkan tingkat stres seseorang. Itulah beberapa alasan yang menjadikan laut laik untuk dijaga dan dipertahankan, agar kita tetap bisa merasakan manfaat laut di masa depan.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·