Kumparan Logo

5 Bahaya Tramadol dan Riklona, Obat yang Dikonsumsi Lucinta Luna

kumparanSAINSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lucinta Luna. Foto: Munady Widjaja
zoom-in-whitePerbesar
Lucinta Luna. Foto: Munady Widjaja

Lucinta Luna terjerat kasus penyalahgunaan narkoba. Ia ditangkap Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat pada Selasa (11/2) dan hasil pemeriksaan tes urine menunjukkan Lucinta positif mengonsumsi benzodiazepine, obat golongan psikotropika.

Polisi juga menyita barang bukti 7 butir Tramadol dan 5 butir Riklona dari dalam tas milik Lucinta Luna. Manajer Lucinta, Jeje, dalam keterangannya menyebut bahwa artisnya sudah memiliki izin mengonsumsi obat-obatan penenang berupa benzodiazepine dengan resep dari psikiater.

Baik Tramadol maupun Riklona, memang sama-sama termasuk narkoba, namun beda fungsi. Tramadol merupakan narkotika golongan opioid yang biasa diresepkan dokter sebagai analgesik atau pereda rasa sakit. Sedangkan Riklona termasuk jenis obat psikotropika benzodiazepine yang biasa diresepkan untuk pasien gangguan psikis, mempengaruhi sistem saraf pusat, sehingga mampu mengubah mental dan perilaku.

Lucinta Luna. Foto: Giovanni/kumparan

Konsumsi Tramadol dan Riklona wajib dengan resep dan pengawasan dokter. Karena meski memberikan manfaat medis, kedua obat ini tetap harus dikonsumsi dalam dosis dan aturan minum yang tepat sesuai kondisi kesehatan pasien. Jika diminum melebihi anjuran dokter, berpotensi menyebabkan kecanduan, perubahan perilaku, hingga membahayakan nyawa.

Psikiater dari Klinik Psikomatik RS Omni, Tangerang, dr. Andri, SpKJ, FACLP, pernah menjelaskan kepada kumparanSAINS soal bahaya mengonsumsi Riklona jika tidak dalam pengawasan dokter.

“Itu bahaya karena bisa disalahgunakan, diminum dalam jumlah banyak. Bisa menimbulkan efek euforia dan segar, bukan ngantuk atau tenang seperti yang diharapkan. Tapi malah jadi bisa euforia jadi kayak orang fly,” ujar Andri, pada Januari lalu.

Ilustrasi obat-obatan dan vitamin. Foto: Shutter Stock

Berikut kumparanSAINS mengupas masing-masing lima bahaya penyalahgunaan Tramadol dan Riklona yang tidak bisa diselepekan.

Dampak Penyalahgunaan Tramadol

  • Penyakit pernapasan serius. Hal ini bisa dipicu cara minum yang tidak hati-hati. Dalam beberapa kondisi, terutama saat ada peningkatan dosis, dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk langsung menelan tablet Tramadol secara utuh tanpa boleh mengginggit, mengunyah, atau melarutkan obat. Bertujuan menghindari potensi kenaikan dosis yang fatal.

  • Penggunaan Tramadol dalam jangka panjang selama masa kehamilan dapat menyebabkan sindrom Neonatal Opioid Withdrawal Syndrome yang dapat membahayakan. Kondisi ini dapat menyebabkan bayi yang baru lahir dari ibu pengguna opioid menderita sejumlah gangguan kesehatan karena telah terpapar obat-obatan sejak dalam kandungan.

  • Penyalahgunaan Tramadol dapat memicu Cardiac Arrythmia atau gangguan irama jantung.

  • Hilang ingatan.

  • Urine bercampur dengan darah.

Dampak Penyalahgunaan Riklona

  • Konsumsi Riklona dapat menyebabkan ingatan terganggu, seperti berkurangnya daya ingat.

  • Perubahan mood dan mental yang dapat terjadi dalam tingkat parah.

  • Merasa tertekan hingga muncul keinginan untuk bunuh diri.

  • Gangguan pada sistem pengaturan otot dan koordinasi.

  • Terjadi pendarahan, timbul memar akibat berkurangnya trombosit dalam darah.