kumparan
search-gray
Tekno & Sains19 Mei 2018 11:35

5 Tips Ramadhan yang Ramah Lingkungan dari Kementerian LHK

Konten Redaksi kumparan
Berbuka puasa di Masjid Istiqlal
Berbuka puasa di Masjid Istiqlal (Foto: Antara/Aprillio Akbar)
Salah satu kegiatan favorit saat puasa adalah menunggu waktu berbuka atau biasa disebut ngabuburit. Kita bisa berjalan-jalan sore sambil menunggu azan Maghrib berkumandang dan waktu berbuka puasa datang.
ADVERTISEMENT
Waktu ngabuburit juga seringkali dimanfaatkan untuk jajan makanan dan minuman yang akan menjadi teman berbuka puasa. Nah, seringkali kita lupa, saat kita jajan, maka akan semakin banyak sampah yang dihasilkan, baik itu dari kantong plastik, gelas plastik, bungkus kertas, maupun karet.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan sejumlah tips agar kegiatan bulan Ramadhan ini masyarakat tetap menjaga lingkungannya dari sampah.
Apa saja tips yang diberikan oleh KLHK? Simak penjelasannya berikut ini.
1. Naik transportasi umum
Bus dan angkot beroperasi di Kampung Melayu
Bus dan angkot beroperasi di Kampung Melayu (Foto: Diah Harni/kumparan)
Menggunakan transportasi umum dapat membantu untuk mengurangi tingkat polusi. Selain mengurangi polusi, naik transportasi umum juga dapat menghemat bahan bakar, apalagi saat ini ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil masih sangat tinggi.
ADVERTISEMENT
2. Membawa kantong belanja kain
Pasar Takjil di Banda Aceh
Aktivitas jual beli di Pasar Takjil Banda Aceh. (Foto: Zuhri Noviandi/kumparan)
Kalian pasti sudah sering membaca berita mengenai sampah plastik yang semakin lama terus menjadi masalah besar di dunia, terutama karena sebagian besar sampah tersebut berakhir di lautan.
Mayoritas sampah plastik akan dibuang begitu saja, dan akhirnya mengotori lautan.
Kamu bisa membantu untuk mengurangi sampah plastik di lautan dengan membawa kantong belanjamu sendiri saat ngabuburit. Jadi, ketika kamu beli gorengan atau es buah, kamu tidak perlu lagi meminta kantong plastik.
3. Membawa tempat/wadah sendiri
Berburu Takjil di Bendungan Hilir
Berburu Takjil di Bendungan Hilir (Foto: Kevin Kurnianto/kumparan)
Sama seperti membawa kantong belanja sendiri, membawa wadah sendiri dapat membantu mengurangi sampah. Kalau kamu membawa wadah, maka kamu bisa menghemat gelas plastik, styrofoam, atau bungkus kertas yang digunakan.
4. Untuk panitia buka bersama, hindari pakai nasi kotak/bungkus
Persiapan pembagian takjil di Masjid Istiqlal
Persiapan pembagian takjil di Masjid Istiqlal (Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Ya, kalau kamu ingin mengadakan buka bersama, baik itu dengan teman-teman, keluarga, maupun untuk kegiatan amal, usahakan untuk tidak menyedakan nasi kotak atau nasi bungkus. Sebaiknya, sediakan makananmu dalam bentuk prasmanan.
ADVERTISEMENT
Seringkali, nasi kotak disajikan dalam styrofoam. Padahal, styrofoam membutuhkan waktu 500 tahun agar bisa terurai dan menyebabkan masalah karena sering termakan oleh hewan-hewan liar.
Memang sih, menyediakan makanan dalam wadah sekali pakai yang tinggal buang lebih mudah dan praktis, tap ternyata, cara ini memberikan dampak buruk pada lingkungan.
5. Habiskan makananmu
Hindari membuang-buang makanan saat berbuka puasa. Selain mubazir dan menjadi tanda kamu tidak mensyukuri makanan tersebut, membuang makanan juga memberikan dampak buruk pada lingkungan.
Bagaimana, kamu siap untuk mengikuti tips Ramadhan ramah lingkungan ini? Yuk, jadikan momen Ramadhan tahun ini untuk menjalani hidup yang lebih ramah lingkungan dan hemat energi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white