Kumparan Logo

5 Tips Cara Melihat Hilal

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pengamatan dengan teleskop. (Foto: Flickr)
zoom-in-whitePerbesar
Pengamatan dengan teleskop. (Foto: Flickr)

Dalam pernyataan tertulisnya, Thomas Djamaluddin, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), menyebut hilal sangat sulit dilihat, apalagi oleh pengamat pemula. Namun begitu, kepada kumparan, Rabu (17/5), para peneliti dari LAPAN memberikan tips-tips untuk bisa melihat hilal.

1. Gunakan Teleskop

Afif Budiyono, Deputi Bidang Sains LAPAN, menjelaskan bahwa melihat hilal dengan mata telanjang sangat susah dan riskan karena keterbatasan mata dan kemungkinan gangguan lingkungan atmosfer. “Makanya harus menggunakan bantuan teleskop,” sarannya melalui pesan singkat.

Thomas Djamaluddin juga menjelaskan dalam pernyataan tertulisnya, pengamatan visual dengan teleskop dapat memperkuat cahaya hilal yang tipis dan redup. Sebab, katanya, fungsi teleskop adalah mengumpulkan cahaya hilal yang redup.

2. Amati Sejak Matahari Mulai Terbenam

Afif mengimbau pengamatan hilal dilakukan pada waktu mulai terbenamnya matahari. Karena hilal merupakan bagian dari fase penampakan bulan, ia akan lebih mudah terlihat pada saat menjelang malam atau matahari terbenam.

Senada dengan Afif, Thomas juga mengimbau untuk mengatami titik matahari terbenam jika ingin melihat hilal. “Cari hilal setelah matahari terbenam di sekitar titik matahari terbenam,” ujarnya juga melalui pesan singkat.

3. Pilih Tempat Khusus

Tempat untuk mengamati hilal, menurut penuturan Afif, biasanya dilakukan di sekitar pantai untuk dapat melihat bebas atmosfer tanpa penghalang. Thomas menyarankan: “untuk pengamatan hilal, pilih daerah yang ufuk barat yang tidak terhalang gedung atau pepohonan.”

Intinya, pilihlah tempat yang tidak terdapat halangan objek-objek lain untuk melihat titik terbenam matahari. Meski sudah tak ada gedung, pohon dan objek lain yang menghalangi, biasanya, menurut Afif, gangguan masih berpotensi untuk terjadi dikarenakan adanya awan.

4. Gunakan Aplikasi Bantuan

Thomas menyarankan penggunaan aplikasi tertentu untuk melihat hilal. “Gunakan Stellarium sebagai panduan posisi bulan,” katanya. Stellarium adalah aplikasi yang dapat menentukan lokasi benda-benda langit, termasuk hilal.

Afif menjelaskan: “stellarium dapat membantu menentukan lokasi tepatnya hilal, namun untuk menentukan kejadian hilalnya tetap harus dilakukan pengamatan dengan teleskop.” Selain Stellarium ada pula aplikasi lain yang dapat membantu dalam pengamatan hilal, yakni Accurate Times.

5. Ikuti Pelatihan

Afif menuturkan Pusat Sains Antariksa LAPAN kerap mengadakan pelatihan tentang pengamatan hilal.

Bagi yang tertarik untuk lebih dalam mempelajari hilal, Afif menyarankan untuk menghubungi LAPAN Bandung dan mengikuti pelatihannya. Jika hilal begitu penting dalam penentuan waktu-waktu beribadah umat muslim, bukankah ilmu tentangnya adalah sesuatu yang juga amat penting?