kumparan
12 September 2018 19:44

8 Fakta Unik Gajah: Mulai dari Belalai hingga Gadingnya

Ilustrasi Gajah
Ilustrasi Gajah (Foto: Pixabay)
Gajah merupakan salah satu mamalia terbesar dan terpintar yang ada di muka Bumi. Namun kini nasib mereka sungguh menyedihkan. Banyak gajah di berbagai negara di dunia, termasuk di Indonesia, dibantai oleh pemburu yang ingin mengambil gading mereka ataupun karen karena terlibat konflik dengan manusia di sekitarnya.
ADVERTISEMENT
Nah sebelum keserakahan dan kebrutalan umat manusia berhasil membuat gajah punah dari muka Bumi, ada baiknya kita mengintip beberapa keunikan gajah agar kita bisa mengenal dan memahami satwa yang kini jumlah semakin sedikit itu.
Berikut ini delapan fakta unik soal gajah yang dikutip dari berbagai sumber:
1. Belalai kuat
Gajah.
Ilustrasi gajah menggunakan belalainya (Foto: malawiheiko via pixabay)
Belalai merupakan bagian penting dan juga ciri khas dari seekor gajah. Belalai ini berfungsi layaknya tangan dan cukup kuat untuk mengangkat banyak barang, seperti pohon.
Belalai juga digunakan gajah untuk minum. Gajah bisa menghisap hingga 14 liter air lewat belalainya dan bisa menyemburkannya kembali.
Gajah juga menggunakan belalainya untuk mandi. Mereka akan menyemburkan debu pada tubuh basahnya untuk melindungi mereka dari sengatan sinar Matahari.
ADVERTISEMENT
2. Gading
Gajah.
Gajah dengan gading yang cukup besar. (Foto: Poswiecie via pixabay)
Gading bagi gajah bukan sekadar hiasan unik semata. Dilaporkan oleh African Geographic, gading gajah memiliki banyak fungsi, misalnya untuk mengambil air, mengangkat batang pohon, bertarung dengan gajah lain, dan melindungi dirinya dari hewan lain.
Gading akan terus tumbuh seumur hidup gajah tersebut. Biasanya gading gajah jantan tumbuh sekitar 17 sentimeter tiap tahunnya. Gading juga digunakan gajah untuk menandai wilayah kekuasaan mereka.
Di samping itu gading gajah juga menjadi alat mereka mencari pasangan. Bagi gajah betina, gading yang besar akan membuat gajah jantan terlihat lebih menarik. Namun ironisnya, gading tersebut juga membuat gajah banyak diburu oleh manusia.
3. Hamil
Gajah.
Gajah hamil di Kebun Binatang Tuscon, Amerika Serikat. (Foto: Tuscon Parks Foundation.)
Periode kehamilan gajah adalah 22 bulan. Hal itu membuat mereka menjadi hewan darat dengan waktu kehamilan terlama di dunia.
ADVERTISEMENT
Saat lahir, bayi gajah bisa memiliki berat hingga 117 kilogram. Bayi gajah juga dapat langsung berdiri saat baru lahir.
4. Punya memori kuat
Bayi-bayi gajah di Pinnawala, Sri Lanka
Bayi-bayi gajah di Pinnawala, Sri Lanka. (Foto: Instagram @abelise92)
Discover Wildlife melaporkan bahwa gajah memiliki memori jangka panjang yang kuat. Hal ini berdasarkan riset yang dilakukan peneliti di Tanzania ketika mempelajari perilaku gajah betina tua di beberapa kawanan ketika terjadi kekeringan.
Ditemukan bahwa kawanan yang dipimpin gajah betina tua langsung meninggalkan daerah kekeringan untuk mencari air dan banyak anggota kawanannya selamat. Dari hal tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa gajah betina berusia di atas 30 tahun ingat kejadian kekeringan yang pernah terjadi dan tahu apa yang harus dilakukan.
5. Telinga besar
Gajah.
Ukuran telinga gajah yang besar. (Foto: stevepb via pixabay)
Menurut penjelasan Science Friday, salah satu fungsi telinga besar gajah adalah untuk mendinginkan tubuh mereka sendiri. Jadi darah yang mengalir di telinga akan berada sangat dekat dengan bagian luar tubuh, dan panas bisa dilepaskan ketika mereka mengepakkan telinga mereka.
ADVERTISEMENT
Selain itu peneliti juga menduga bahwa telinga besar juga membantu mereka untuk memiliki kemampuan mendengar yang baik. Para gajah juga bisa menggunakan kuping mereka untuk melindungi diri mereka sendiri. Ketika mereka melebarkan telinga, gajah bisa tampak lebih besar dan bisa menggunakan posturnya itu untuk menakuti gajah atau hewan lain.
6. Punya rasa saling peduli
Gajah.
Gajah saling berpelukan. (Foto: baluda via pixabay)
Dilaporkan Discover Wildlife, gajah bisa memahami perasaan gajah lainnya. Ada eksperimen yang menunjukkan ketika seekor gajah sedang merasa tidak bahagia, gajah lain juga merasakan hal yang sama.
Dalam situasi tersebut mereka akan menyemangati kawan mereka yang sedang tidak bahagia. Bahkan terkadang seekor gajah meletakkan belalainya ke gajah lain yang sedang sedih.
Gajah juga diketahui membantu gajah lain yang sedang sakit, dan bahkan tampak menangisi kematian gajah lain.
ADVERTISEMENT
7. Bisa deteksi badai petir
Ilustrasi petir
Ilustrasi petir (Foto: Pixabay)
Discover Wildlife menjelaskan bahwa gajah memiliki kemampuan mendeteksi badai petir dari jarak 280 kilometer. Biasanya mereka malah mendekati badai demi mencari air.
Hal yang sama juga dilaporkan oleh Phys.org yang mengutip hasil sebuah riset di jurnal PLOS ONE. Dalam hasil tersebut dijelaskan bahwa gajah bisa mendeteksi hujan dan pergi ke arah hujan untuk mencari air.
8. Menghasilkan banyak kotoran dan gas buangan
Gajah di  Elephant Nature Park
Gajah di Elephant Nature Park (Foto: Flickr / Joseph Messina)
Berdasarkan laporan International Elephant Foundation, gajah memproduksi banyak kotoran dan gas metana. Gajah bisa menghabiskan waktu hingga 16 jam dalam sehari untuk makan.
Di alam liar satu gajah bisa mengonsumsi hingga 600 kilogram per harinya, tapi jumlah biasanya adalah sekitar 110 kilogram. Di kebun binatang, gajah dewasa bisa menghabiskan antara empat hingga delapan kilogram gandum setiap harinya. Untuk konsumsi air, tiap gajah bisa menghabiskan sekitar 100 hingga 200 liter per hari.
ADVERTISEMENT
Namun begitu, tingkat efisiensi gajah mencerna makanannya hanya 50 persen. Banyaknya jumlah makanan yang dikonsumsi ditambah dengan sistem pencernaan yang tidak efektif, itu berarti gajah akan memproduksi banyak kotoran.
Gajah buang kotoran sekitar 12 hingga 15 kali dalam sehari dengan kuantitas mencapai 113 kilogram. Artinya dalam setahun satu gajah dewasa bisa menghasilkan kotoran lebih dari 40 ton.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan