Kumparan Logo

Ahli Matematika Temukan Bentuk Geometri Baru dengan Pola Tak Berulang

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bangun yang dinamakan 'the hat' dapat mengisi bidang tanpa mengulang pola yang sama. Foto: Smith, dkk (2023).
zoom-in-whitePerbesar
Bangun yang dinamakan 'the hat' dapat mengisi bidang tanpa mengulang pola yang sama. Foto: Smith, dkk (2023).

Sekelompok matematikawan mengumumkan telah menembus batas baru matematika. Sebuah bentuk geometri baru bernama 'topi' (the hat) dapat disusun membentuk bidang datar tanpa menghasilkan pola berulang.

The hat mengisi sebuah pencarian kebenaran yang diberi nama “Eintein”. Namanya bukan berasal dari Albert Einstein, ilmuwan yang menemukan teori relativitas, tapi itu merupakan serapan bahasa Jerman yang artinya “satu batu”.

Hal ini dikenal sebagai aperiodic tiling, sebuah atau beberapa rupa mengisi bidang tanpa mengulang pola.

Pada 50 tahun yang lalu, matematikawan Inggris Roger Penrose menemukan bidang yang melakukan hal sama, tapi butuh 2 “batu”.

Bangun yang dinamakan 'the hat' dapat mengisi bidang tanpa mengulang pola yang sama. Foto: Smith, dkk (2023).

Selama beberapa dekade, peneliti mengira objek seperti ‘the hat’ tidak nyata, dan hanya tertulis sebagai teori. Hingga kemudian tim matematiwan dari AS dan Inggris membantahnya.

"Anda benar-benar mencari satu dari sejuta hal. Anda menyaring 999.999 hal yang membosankan, lalu Anda mendapatkan sesuatu yang aneh, dan kemudian itu layak untuk dieksplorasi lebih lanjut," ungkap Chaim Goodman-Strauss, seorang ahli matematika di National Museum of Mathematics, salah satu penulis studi tersebut kepada New Scientist.

"Dan kemudian dengan tangan, Anda mulai memeriksanya dan mencoba memahaminya dan mulai menarik strukturnya. Di situlah komputer tidak akan berguna karena manusia harus terlibat dalam membangun bukti yang dapat dipahami manusia."

Hasilnya adalah the hat, poligon dengan 13 sisi. Jika disusun di bidang yang luas, terlihat bahwa ada pola yang mirip terulang, tapi tidak benar-benar sama. Penemuan ini merupakan gabungan dari kreativitas dan kemampuan komputasi komputer.