Kumparan Logo

Ahli Sebut Celana Dalam Perempuan Harus Dibuang Setiap 6-12 Bulan, Kenapa?

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pilih celana dalam berbahan katun. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pilih celana dalam berbahan katun. Foto: Shutterstock

Bagi semua orang, pasti ada saja pakaian yang sangat nyaman dan selalu ingin digunakan setiap santai-santai di rumah. Tidak peduli seberapa belel warna atau kainnya, kamu akan kembali menggunakannya jika sudah selesai dicuci dan disetrika.

Namun untuk perempuan, sepertinya hal tersebut tidak bisa berlaku pada pakaian dalam, khususnya celana dalam. Kalau biasanya kamu hanya membuang celana dalam ketika sudah melar dan tidak nyaman untuk digunakan, sebaiknya kamu harus berhenti melakukan kebiasaan itu.

Berdasarkan temuan ahli, celana dalam hanya bisa bertahan dalam kurun waktu enam hingga 12 bulan. dr. Shirin Lakhani, spesialis kesehatan intim menjelaskan bahwa celana dalam akan menyimpan bakteri meski sudah dicuci.

“Pakaian dalam bersentuhan langsung dengan kulit, khususnya area intim untuk jangka waktu lama," ujar Shirin Lakhani, dilansir Mirror.

Karena pakaian dalam bersentuhan langsung dengan kulit mati, itulah yang menjadi penyebab banyaknya bakteri. Semua bakteri alami, bakteri sehat dan bakteri jahat yang disebabkan oleh infeksi, seperti IMS, menempel di celana dalam.

Ilustrasi celana dalam. Foto: Flickr

IMS adalah penyakit Infeksi Menular Seksual. Infeksi ini ditularkan melalui hubungan seksual, disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit. Secara umum, penyakit ini terjadi karena hubungan seks yang tidak aman, seks bebas, atau bergonta ganti pasangan.

Di sisi lain, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa mencuci pakaian dalam menggunakan mesin cuci tidak selalu bisa menghilangkan sepenuhnya bakteri jahat, seperti E.coli.

Oleh karena itu, ahli menyarankan untuk membuang celana dalam lama dan selalu membeli yang baru setidaknya setahun sekali. Sementara itu, untuk pakaian dalam khusus olahraga di gym, baiknya diganti dalam jangka waktu yang lebih sering.

Saran itu juga didukung oleh Nadeem Abbas, pendiri dan direktur perusahaan laudry, Love2Laundry. Ia mengatakan bahwa perempuan lebih baik mengganti pakaian dalam setiap enam hingga 12 bulan.