Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Ahli Sebut Pohon Bisa Bantu Prediksi Letusan Gunung Berapi, Gimana Caranya?
31 Desember 2023 10:34 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Para ahli geologi menyebut bahwa suatu hari nanti pohon dan tanaman bisa membantu manusia memprediksi letusan gunung berapi. Ini karena beberapa pohon sangat sensitif terhadap perubahan gas vulkanik, dan perubahan ini sebenarnya terlihat di luar angkasa.
ADVERTISEMENT
Diterbitkan dalam Geochemistry, Geophysics, Geosystems di jurnal Advancing Earth and Space Sciences (AGU), penelitian yang dipimpin oleh Robert Bogue dari Departemen Ilmu Bumi dan Planet di Universitas McGill, Kanada, mencoba meninjau data dari Taman Nasional Yellowstone antara tahun 1984 hingga 2022.
Bogue mengatakan, dia melihat adanya pengingkatan kesehatan tanaman dan pohon yang tumbuh di Taman Nasional Yellowstone, AS, dari tahun 1984 hingga 2001.
“Salah satu kawasan hutan yang terkena gas vulkanik lebih sehat dibandingkan dengan hutan di dekatnya yang tidak terpengaruh gunung berapi,” ujar Bogue sebagaimana dikutip Newsweek.
Ini menunjukkan bahwa karbon dioksida dan air vulkanik bermanfaat bagi pohon dan vegetasinya. Namun, ketika aktivitas gunung berapi meningkat, ini bisa mulai membahayakan kesehatan pohon. Para peneliti menemukan bahwa tanaman berubah warna menjadi coklat ketika letusan semakin dekat.
“Kami mendeteksi peningkatan stres pada tanaman yang disebabkan oleh meningkatnya suhu tanah dan emisi sulfur sebelum dideteksi oleh satelit,” tulis peneliti dalam studi tersebut. “Menggabungkan dua efek yang kontras ini membuka jalan baru yang cukup meyakinkan sebagai pemantauan tambahan terhadap gunung berapi aktif.”
ADVERTISEMENT
Saat ini, dalam memprediksi letusan gunung berapi ilmuwan biasanya menggunakan sensor untuk melihat aktivitas gunung tersebut. Sensor ini berfungsi untuk memindai dan merekam rentetan gempa yang biasanya terjadi sebelum gunung meletus.
Namun, soal kapan tepatnya gunung itu meletus, ini yang masih sulit diprediksi. Sebab, gunung sangat mungkin meletus secara tiba-tiba. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi hal ini dan meminimalisasi banyak korban, peneliti biasanya menentukan tingkatan atau level status gunung berapi. Di level "siaga", misalnya, pendakian sudah tidak bisa dilakukan karena gunung telah menunjukkan peningkatan aktivitas.
Adapun temuan studi baru ini berpotensi membantu peneliti memprediksi letusan gunung berapi di masa depan. Meski teknik ini mungkin tidak berhasil pada beberapa gunung, tapi metode ini sudah terbukti bisa digunakan untuk memantau beberapa gunung berapi seperti Gunung Etna di Italia, dan Gunung Berapi Taal di Filipina.
ADVERTISEMENT