Kumparan Logo

Alami Kondisi Langka, Seorang Pria di Italia Menangis Darah

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Pria Menangis (Foto: StockSnap/Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pria Menangis (Foto: StockSnap/Pixabay)

Umumnya, ketika seseorang menangis, maka ia akan mengeluarkan air mata. Namun pada kasus seorang pria berusia 52 tahun di Italia, dari matanya bukan keluar air mata, melainkan darah.

Pria tersebut akhirnya dibawa ke Unit Gawat Darurat setelah matanya mengeluarkan darah. Meski mengeluarkan darah, pria tersebut tidak merasakan sakit atau mengalami luka yang menyebabkan air mata darah tersebut keluar.

Tidak hanya itu, pria tersebut pun memiliki penglihatan yang tetap normal dan kedua matanya bisa bergerak tanpa masalah.

Menurut laporan kasus yang telah dipublikasikan di The New England Journal of Medicine, air mata darah dari pria itu baru berhenti setelah keluar selama satu jam.

Live Science melansir, keluarnya air mata darah tersebut ternyata dikarenakan kondisi langka yang disebut haemolacria. Kondisi ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti infeksi mata, peradangan, atau tumor pada mata.

Ilustrasi transfusi darah. (Foto: Gary Cameron/REUTERS)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi transfusi darah. (Foto: Gary Cameron/REUTERS)

Pada 2003, seorang wanita di Inggris juga pernah mengalami kasus serupa. Bedanya, kasus pada wanita itu terjadi ketika ia sedang mimisan. Karena hidungnya terus mengeluarkan darah, ia mencubit hidungnya dengan harapan agar mimisannya sembuh, tapi darah malah keluar dari mata serta telinganya.

Sementara dalam kasus pria dari Italia kali ini, hasil pemeriksaan mata mengungkapkan bahwa pria tersebut memiliki tumor non-kanker yang disebut hemangioma pada kedua kelopak matanya. Tumor ini merupakan hasil pertumbuhan ekstra dari pembuluh darah yang biasanya muncul setelah lahir.

Untuk mengobati kondisinya tersebut, ia diberikan obat mata yang bernama timolol. Timolol berfungsi untuk mengurangi tekanan pada mata.

Setelah satu tahun diobati, pria tersebut mengatakan kepada dokternya bahwa matanya tidak lagi mengeluarkan darah.