Kumparan Logo

Alasan Ilmiah Jasad Eril Utuh Meski 14 Hari Berada di Sungai Aaree

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn. Foto: Instagram.com/emmerilkahn
zoom-in-whitePerbesar
Anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn. Foto: Instagram.com/emmerilkahn

Emmeril Kahn Mumtadz, putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil) yang hilang tenggelam di sungai Aare, Bern, Swiss, pada 26 Mei 2022, akhirnya ditemukan oleh polisi Swiss.

Jenazah Emmeril atau Eril ditemukan di Bendungan Engehalde Bern, pukul 06.50 pagi waktu setempat. Eril hanyut sekitar 4,98 kilometer dari titik dia awal tenggelam.

Hasil identifikasi DNA tim forensik juga telah memastikan bahwa jasad tersebut benar Eril. Jenazah rencananya akan dibawa ke Indonesia pada Minggu (12/6) mendatang, dan dimakamkan keesokan harinya.

Ridwan Kamil dalam unggahan reels di instagram pribadinya mengatakan, sudah melihat jenazah sang buah hati. Ia bersyukur karena jenazah Eril utuh tidak kurang satu pun.

"Walau sudah lewat 14 hari, jasadnya masih utuh lengkap tidak kurang satu apa pun, wajah rapi menengok ke kanan," ucap Emil, Jumat (10/6/2022). “Saya bersaksi, jasad Eril wangi seperti wangi daun eucalyptus. Sungguh mukjizat kecil yang kami sangat syukuri.”

embed from external kumparan

Emil bilang, kondisi tersebut terjadi karena beberapa faktor di Sungai Aare. Salah satunya air di Sungai Aare yang dingin.

"Penjelasan ilmiah kenapa jasadnya utuh: Sungai Aare yang sedingin kulkas dan minim fauna, membuat jasadnya terjaga setengah membeku. Sehingga tetap utuh lengkap walau berada di dasar sungai selama 14 hari," ucap Emil dalam unggahan instagram story pada Jumat (10/6/2022).

Penjelasan ilmiah

Apa yang disampaikan Emil soal jenazah anaknya yang masih utuh mungkin memang bisa terjadi. Dijelaskan dalam Science Focus, temperatur air mempengaruhi proses pembusukan tubuh manusia di dalam air.

Dalam kondisi air yang dingin, bakteri yang menyebabkan tubuh manusia membengkak mungkin akan bekerja lebih lambat. Selain itu, air dingin juga menyebabkan munculnya formasi adipocere, yakni zat lilin yang terbentuk dari lemak tubuh yang melindungi tubuh dari pembusukan.

Lokasi ditemukannya jenazah Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril di Bendungan Engehalde, Bern, Swiss, Kamis (9/6/2022). Foto: Daniel Chrisendo/kumparan

Sementara di dalam Scientific American dijelaskan bahwa saat jenazah berada di dalam air dengan temperatur kurang dari 21 derajat Celcius, dalam tiga minggu bagian tubuh yang lunak akan berubah menjadi asam lemak yang menghentikan pertumbuhan bakteri.

Pernah dilaporkan ada temuan tubuh manusia yang masih dalam keadaan utuh di dalam air dengan temperatur di bawah 7 derajat Celcius setelah terendam beberapa minggu.

Sementara dalam perairan tropis yang hangat, tubuh manusia biasanya akan mengambang di permukaan setelah tiga atau empat hari. Hal ini membuatnya bisa dimangsa burung-burung laut. Kemudian hewan-hewan yang lebih kecil juga bisa memangsa tubuh itu dan membuatnya kembali tenggelam ke dasar air.

Di dasar air, tulang belulang itu perlahan-lahan akan terkubur oleh lumpur laut atau mungkin malah hancur dalam waktu berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, tergantung tingkat keasaman air.

Infografik Lokasi Jenazah Eril Ditemukan. Foto: kumparan