Kumparan Logo

Apa itu Brain Rot? Pembusukan Otak karena Kebanyakan Konsumsi Hal-hal Sepele

kumparanSAINSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi remaja bermain sosial media. Foto: myboys.me/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi remaja bermain sosial media. Foto: myboys.me/Shutterstock

Brain rot merupakan istilah yang kini populer digunakan merujuk pada kebiasaan scrolling media sosial tanpa henti, dan mengonsumsi konten-konten berkualitas rendah secara berlebihan.

Brain rot secara harfiah berarti pembusukan otak. Busuk di sini lebih diartikan kepada kondisi mental di mana seseorang merasa tak semangat dan mati rasa akibat scrolling konten.

Istilah brain rot itu sendiri pertama muncul pada tahun 1854 dalam buku Walden karya Henry David Thoreau. Kondisi ini merujuk pada menurunnya kemampuan mental serta intelektual seseorang, yang dianggap terjadi akibat terlalu banyak mengonsumsi hal-hal sepele dan hal yang tidak menggugah pikiran manusia.

Di masa sekarang, istilah brain rot dikaitkan pada kemunduran intelektual yang disebabkan oleh paparan informasi berkualitas rendah, atau bahkan tidak penting, tapi terus dikonsumsi oleh seseorang.

Informasi berkualitas rendah macam ini sering ditemukan di media sosial, lantaran orang itu terus menerus scrolling konten, ditambah peran sistem algoritma medsos yang tidak mengutamakan konten berkualitas, hanya didasarkan pada viralitas.

Dampak negatif brain rot

Seperti disebutkan di atas, brain rot memiliki dampak negatif terhadap otak. Apa saja?

  • Penurunan Produktivitas: Buang-buang waktu scrolling tanpa tujuan dapat mengurangi waktu untuk aktivitas kamu yang lebih produktif.

  • Gangguan Kognitif: Kesulitan memecahkan masalah, berpikir logis, dan membuat keputusan.

  • Masalah Emosional: Perasaan tidak puas atau bersalah karena membuang waktu, serta peningkatan stres dan kecemasan.

Kandungan lactium dalam susu dapat bekerja sebagai reseptor di otak untuk membantu mengendalikan kecemasan dan stres. Foto: Shutterstock

Cara mengatasi brain rot

Untuk menghindari dan mengatasi brain rot, kamu bisa melakukan hal berikut ini:

  • Tetapkan Batasan Waktu: Batasi durasi penggunaan media sosial. Kamu bisa mengatur sendiri waktu tertentu setiap harinya. Manfaatkan fitur screen time notification dari smartphone kamu untuk mengingatkan sudah berapa lama kamu pegang HP.

  • Cari Kegiatan Produktif: Ganti waktu scrolling dengan aktivitas lain seperti membaca buku, menulis jurnal, atau menjajal hobi baru. Kamu juga bisa melakukan kegiatan yang kembali melakukan aktivitas nyata.

  • Bergerak Lebih Banyak: Olahraga teratur dapat membantu menjernihkan pikiran serta meningkatkan fokus diri

  • Puasa Medsos: Cobalah istirahat total dari media sosial untuk sementara waktu. Hal ini membantu mengembalikan keseimbangan mental kamu.