Apa Itu Etilen Oksida, Bahan Pestisida di Mie Sedaap yang Ditarik di Hong Kong?
·waktu baca 2 menit

Center for Food Safety (CFS) Departemen Makanan dan Kebersihan Lingkungan Hong Kong, pada Selasa kemarin (27/9) mengumumkan menemukan kandungan pestisida dan etilen oksida dalam sampel jenis mi instan merk Mie Sedaap kemasan yang diimpor dari Indonesia.
Adapun produk mi instan tersebut adalah Mie Sedaap Rasa Ayam Pedas Korea, yang didistribusikan oleh agen tunggal Golden Long Food Trading Ltd. CFS meminta warga Hong Kong berhenti mengkonsumsi produk tersebut dan menarik peredarannya di pasaran.
"CFS mengumpulkan sampel produk dari supermarket di Lok Fu untuk pengujian di bawah Program Pengawasan Makanan rutin. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sampel mi, paket bumbu dan bubuk cabai produk mengandung pestisida, etilen oksida," demikian keterangan CFS yang dikutip dari laman resminya, www.cfs.gov.hk, Rabu (28/9).
Dilansir dari laman National Cancer Institute, etilen oksida (C₂H₄O) adalah molekul gas dengan aroma manis. Bahan ini biasanya digunakan untuk menghasilkan bahan kimia lain, seperti anti beku. Dalam jumlah kecil etilen oksida dalam digunakan menjadi pestisida dan agen sterilisasi.
Etilen oksida mampu menjadi bahan sterilisasi kuat karena dapat merusak struktur DNA. Efek destruktif ini juga dapat membuat etilen oksida menjadi karsinogen, atau pemicu kanker.
Manusia terekspos etilen oksida melalui udara yang terhirup, tertelan, termakan atau eksposur lingkungan. Dilansir Center of Disease Control and Prevention (CDC) Orang yang terkena eksposur etilen oksida akan mendapat gejala seperti sakit kepala, sakit perut, muntah, diare, sesak napas, ngantuk, merasa lelah dan lemah, skin burn, frostbite,hingga masalah reproduksi.
Karena etilen oksida sangat reaktif, dan biasanya di pabrik diolah di mesin yang tertutup dan otomatis, risiko pencemaran sangat rendah.
Selain pekerja pabrik yang menggunakan etilen oksida, risiko tercemar juga ada pada populasi yang menghirup rokok, atau barang-barang yang disterilkan dengan etilen oksida seperti kosmetik dan alat medis.
Laman National Cancer Institute mencatat bahwa limfoma dan leukemia adalah jenis kanker yang paling sering dihubungkan dengan paparan etilen oksida. Beberapa kasus ada yang berkaitan dengan kanker otot dan payudara.
