Apa Itu Flu Singapura dan Bagaimana Gejalanya?
·waktu baca 4 menit

Jagat dunia maya sedang ramai memperbincangkan penyakit flu Singapura. Banyak orang tua yang membagikan pengalaman anaknya yang sedang alami penyakit itu. Lantas apa sebenarnya penyakit flu Singapura itu?
Sebenarnya flu Singapura bukan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza pada umumnya. Penyakit itu hanya sebutan yang salah kaprah oleh sebagian orang. Hanya karena kasus penyakit itu sempat mewabah di Singapura, beberapa orang menyebutnya sebagai flu Singapura. Padahal menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, kasus HFMD pertama kali muncul di Toronto, Kanada pada 1957.
Secara istilah yang benar, penyakit itu disebut hand foot mouth disease (HFMD) atau penyakit tangan kaki mulut (PTKM). Berbeda dari penyakit kaki dan mulut pada hewan ternak (FMD), penyakit HFMD atau ‘flu Singapura’ bukan disebabkan dari virus yang berasal dari hewan, melainkan ditularkan dari manusia ke manusia.
Flu Singapura disebabkan oleh virus dari keluarga Enterovirus, yakni Coxsackievirus tipe A16 dan Enterovirus tipe 71. Meski sama-sama menyebabkan penyakit flu Singapura, kedua virus tersebut menyebabkan gejala berbeda. Diketahui infeksi flu Singapura oleh Entervirus 71 cenderung lebih berat dan memerlukan perawatan rawat inap dibandingkan flu Singapura yang disebabkan oleh Coxsackievirus A16.
Penyakit ‘flu Singapura’ merupakan penyakit yang mudah menular dari orang terinfeksi ke orang sehat. Kasus penyakit itu sangat umum ditemukan pada bayi dan anak-anak, sementara pada orang dewasa kecil kemungkinan untuk terinfeksi. Sehingga tak ayal, banyak orang tua yang mengeluhkan anaknya terinfeksi penyakit itu akhir-akhir ini.
Penularan flu Singapura terbilang cukup mudah. Dilansir dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), seseorang dapat dengan mudah terinfeksi virus itu saat memiliki kontak erat dengan penderitanya, termasuk berbicara, memeluk hingga mencium. Selain itu, kontak dengan benda yang terkontaminasi seperti gagang pintu, permukaan meja dan perabotan rumah bisa menjadi salah satu sumber penularan.
Disebutkan HFMD umumnya ditularkan lewat cairan hidung atau ingus, ludah, dahak, lesi atau luka pada kulit yang pecah serta dari kotoran penderitanya. Penularan itu pun masih dapat terus berlanjut dalam hitungan hari hingga minggu, meski gejala penyakit sudah tidak tampak lagi.
Gejala flu Singapura
Penyakit flu Singapura atau HFMD mempunyai masa inkubasi sekitar tiga hingga tujuh hari. Artinya, seorang anak yang telah terinfeksi tidak serta merta akan memunculkan gejala, namun harus menunggu waktu inkubasi virus itu sendiri.
Berikut gejala umum yang ditemukan pada anak yang dikutip dari laman Kemenkes.
Demam satu hingga dua hari.
Munculnya ruam kemerahan dan benjolan kecil di telapak kaki, tangan dan mukosa mulut.
Nafsu makan menurun.
Kelelahan.
Nyeri pada tenggorokan.
Munculnya lesi atau luka seperti sariawan pada lidah, gusi atau bagian mulut lainnya.
Gejala penyakit flu Singapura umumnya akan sembuh dalam kurun waktu tujuh hingga sepuluh hari, bergantung dari imunitas penderita. Meski gejala terbilang ringan, namun pada beberapa kasus infeksi berat, terutama yang disebabkan oleh Enterovirus 71, dapat menyebabkan radang selaput otak (meningitis). Komplikasi pun dapat timbul, seperti lepasnya kuku jari tangan dan kaki.
Penanganan flu Singapura
Hingga saat ini, penanganan infeksi flu Singapura hanya sebatas pemberian obat-obatan yang bersifat simptomatik dan suportif untuk mengatasi keluhan dari gejala yang timbul. Pemberian obat jenis paracetamol dan penurun demam lain biasa diberikan dokter untuk mengatasi demam dan nyeri yang timbul.
Selain itu, dokter juga akan menyarankan untuk berkumur dan meresepkan obat kumur untuk dapat mengurangi rasa nyeri serta mempercepat penyembuhan luka di bagian dalam mulut. Dokter juga akan memberikan vitamin untuk memicu peningkatan nafsu makan sekaligus meningkatkan respons imunitas anak yang menderita flu Singapura.
Bahkan dokter tidak menyarankan memberikan anti-virus maupun antibiotik untuk mengobati infeksi itu, termasuk pemberian salep dengan kandungan bahan anti-virus dan antibiotik.
Pencegahan flu Singapura
Penyakit HFMD dapat dicegah melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Orang tua sedini mungkin telah mengajarkan anak-anak mereka untuk bisa menerapkan PHBS dengan baik dan tepat. Seperti rajin mencuci tangan sebelum makan, sebelum dan setelah memegang mainanan, serta setelah keluar dari kamar mandi dan toilet.
Selain itu, orang tua juga perlu mengajarkan anak untuk tidak meludah sembarangan, memasukkan jari ke dalam mulut, mengusap mata dengan tangan kotor. Anak juga harus dibiasakan untuk menutup mulut saat batuk dan bersin.
Orang tua juga harus meningkatkan kesadaran akan kebersihan rumah, dengan rajin membersihkan rumah, termasuk membersihkan peralatan makan dengan baik.
