kumparan
Tekno & Sains10 Maret 2020 9:26

Apa itu Xanax? Obat Penenang yang Ditemukan di Kediaman Ririn Ekawati

Konten Redaksi kumparan
PTR- Ririn Ekawati dibawa ke BNN
Ririn Ekawati dibawa ke BNN. Foto: Giovanni/kumparan
Ririn Ekawati menambah daftar selebriti yang tersandung kasus kepemilikan obat psikotropika. Istri mendiang Ferry Wijaya itu harus berurusan dengan hukum setelah pihak berwenang menemukan obat penenang Xanax di kediamannya.
ADVERTISEMENT
"Kami lakukan penggeledahan di kediaman saksi RE. Ada Xanax, masuk golongan empat, tapi masih dalam pengembangan," ucap Kompol Ronaldo Maradona, selaku Kasat Narkoba, dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Barat, Senin (9/3).
Psikiater dari Klinik Psikomatik RS Omni, Tangerang, dr. Andri, SpKJ, FACLP, pernah menyoroti beberapa jenis obat psikotropika yang dijual bebas dan dikonsumsi tanpa pengawasan dokter, salah satunya adalah Xanax.
“Yang sering saya protes itu karena banyak dijual obat-obatan seperti misalnya riklona, alprazolam, Xanax, dan alganax, itu bahaya karena bisa disalahgunakan, diminum dalam jumlah banyak. Bisa menimbulkan efek euforia dan segar, bukan ngantuk atau tenang seperti yang diharapkan. Tapi malah jadi bisa euforia jadi kayak orang fly,” ujar Andri kepada kumparanSAINS beberapa waktu lalu.
Ilustrasi obat-obatan
Ilustrasi obat-obatan psikotropika. Foto: Shutter Stock
Xanax (alprazolam) merupakan benzodiazepine yang disebut berkhasiat mulai dari meredakan kecemasan hingga memicu rasa kantuk. Seperti dijelaskan Drugs.com, obat ini kerap digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan, gangguan panik, dan kecemasan yang disebabkan oleh depresi.
ADVERTISEMENT
Berikut beberapa fakta tentang Xanax sebagai salah satu obat golongan psikotropika yang konsumsinya harus dengan resep dan pengawasan dokter.

Wanita hamil dan penderita glaukoma tak dianjurkan konsumsi Xanax

Glaukoma adalah penyakit mata yang paling banyak menyebabkan kebutaan di dunia. Penderitanya dilarang keras mengonsumsi Xanax atau obat-obatan serupa seperti chlordiazepoxide (Librium), clonazepam (Klonopin), clorazepate (Tranxene), diazepam (Valium), lorazepam (Ativan), atau oxazepam (Serax).
Xanax juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh wanita yang sedang hamil. Sebab obat ini disebut bisa menyebabkan bayi lahir cacat atau bahkan bisa mengancam keselamatan bayi yang baru lahir.
Beri tahu dokter Anda jika Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil. Gunakan alat kontrasepsi yang efektif untuk mencegah kehamilan saat Anda mengonsumsi Xanax.
ADVERTISEMENT
Alprazolam juga dapat masuk ke dalam ASI dan dapat membahayakan bayi yang menyusui. Anda sebaiknya tidak menyusui saat menggunakan Xanax. Obat ini sebaiknya tidak dikonsumsi oleh siapa pun sebelum mereka berusia 18 tahun.
Ririn Ekawati
Ririn Ekawati kembali ke Polres Metro Jakarta Barat usai jalani tes rambut di BNN Lido, Senin (9/3) Foto: Giovanni/kumparan

Bisa sebabkan kematian

Mengonsumsi alkohol dengan Xanax di saat yang bersamaan dilarang. Sebab obat ini dapat meningkatkan efek alkohol.
Alprazolam kemungkinan akan membentuk kebiasaan dan harus digunakan hanya oleh orang yang telah diresepkan oleh dokter. Jangan minum obat opioid (seperti hidrokodon, morfin, oksikodon, atau obat serupa lainnya) saat minum Xanax, kecuali dokter Anda secara khusus menginstruksikan Anda melakukannya.
Kombinasi penggunaan opioid dan Xanax dapat menyebabkan kelelahan yang berlebihan, kesulitan atau memperlambat pernapasan hingga koma. Penyalahgunaan obat bisa menyebabkan kecanduan, overdosis, atau kematian.
ADVERTISEMENT

Efek samping

Dapatkan bantuan medis darurat jika Anda memiliki tanda-tanda reaksi alergi terhadap Xanax seperti gatal-gatal; sulit bernafas; pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan Anda.
Segera hubungi dokter jika Anda mengalami gejala-gejala sebagai berikut:
  • Suasana hati yang tertekan sehingga muncul pikiran untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri;
  • Kebingungan, halusinasi;
  • Gerakan otot yang tidak terkontrol, tremor, kejang (kejang);
  • Jantung berdebar.
Efek samping Xanax yang umum terjadi meliputi:
  • Mengantuk, merasa lelah;
  • Bicara cadel, kurang keseimbangan atau koordinasi;
  • Memori atau daya ingat bermasalah;
  • Merasa cemas di pagi hari.
Perlu diketahui, obat golongan psikotropika hanya diperuntukkan dalam praktik klinik psikiatri untuk mengatasi gangguan kecemasan, depresi, skizofrenia, dan masalah yang berkaitan dengan psikomatik lambung. Penggunaan obat-obatan tersebut sejatinya harus dengan resep dan pengawasan dokter.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan