Apa yang Harus Dilakukan Setelah Operasi Katarak? Simak Tips Penting Ini
·waktu baca 2 menit

Operasi katarak mata melalui bedah laser (Fakoemulsifikasi) disebut sebagai pengobatan yang paling efektif untuk mengatasi katarak.
Umumnya, prosedur ini berjalan singkat dan minim risiko komplikasi. Meskipun begitu, beberapa efek samping mungkin dapat dialami usai menjalani prosedur operasi katarak.
Menurut dokter spesialis mata Siloam Hospitals Buton, dr Yosylina Pramudya Wardhani Sp.M., usai operasi katarak, organ mata umumnya akan terasa kurang nyaman, atau tampak kemerahan selama beberapa hari.
Hal ini normal terjadi selama masa penyembuhan. Biasanya, gejala-gejala tersebut akan hilang dan penglihatan pasien akan kembali jernih dalam waktu 6-8 minggu.
"Oleh karenanya jangan membasuh atau menyentuh mata maupun berenang. Hindari debu atau asap bahkan mengejan, batuk atau bersin yang terlalu kuat. Dan segera hubungi dokter bila ada dirasakan kejadian lain seperti infeksi, mual dan muntah, nyeri hebat, sensitif cahaya yang berlebihan," tutur dr Yosylina pada edukasi bincang sehat bertajuk " Operasi Katarak dengan Laser", Minggu (19/12).
Yosylina menjelaskan agar proses pemulihan setelah operasi katarak berlangsung dengan baik, langkah perawatan yang dapat dilakukan, yaitu Mengkonsumsi obat secara teratur diiringi beristirahat keseluruhan minimal tiga hari dan mengadakan kontrol rutin kepada dokter.
Fakoemulsifikasi
Fakoemulsifikasi adalah operasi katarak mata melalui teknik bedah laser yang dilakukan dengan mengambil bagian depan lensa mata tanpa merusak kapsul posterior.
Prosedur ini aman dan tidak menimbulkan rasa sakit. Setelah fakoemulsifikasi, dokter akan memasang lensa buatan (IOL) agar mata dapat melihat dengan lebih jelas.
dr Yosylina mengatakan, katarak menyerang bagian lensa mata yang dapat menurunkan fungsi penglihatan secara perlahan tanpa disertai rasa sakit, misalnya pandangan berbayang saat melihat jauh pun penglihatan warna memudar seperti tertutup kabut dan beberapa mengeluhkan silau saat melihat di tempat terang.
Famoemulsifikasi, laser katarak berfokus kepada Ultrasound, yang digunakan untuk memberikan getaran dan panas sehingga mampu menghancurkan 'nucleus' dan di emulsikasi. Yaitu menghisap nucleus yang hancur. Umumnya durasi operasi terbilang singkat dengan luka insisi yang kecil yang tidak perlu dijahit.
Dengan konsep rumah sakit umum, Siloam Hospital Buton di Baubau, Sultra, bertujuan memberikan perawatan terbaik yang terjangkau bagi masyarakat.
Didukung dengan tenaga kesehatan yang terlatih dan peralatan medis modern, Siloam Hospital Buton siap melayani para pasien selama 24 jam, dengan perawatan kesehatan yang berkualitas, di antaranya Unit Perawatan Intensif, High Care Unit (HCU), NICU, Farmasi, Radiologi, Rawat Jalan dan Rawat Inap.
