Apakah Rokok Elektrik Tak Mengandung Zat yang Bisa Bikin Ketagihan?

Rokok elektrik atau dikenal juga dengan sebutan vape atau vaporizer, mulai banyak digunakan di Indonesia beberapa tahun belakangan ini. Vape dianggap sebagai alternatif pilihan bagi sebagian perokok yang ingin mulai berhenti merokok.
Namun apakah vape bebas dari zat adiktif nikotin yang merupakan salah satu alasan banyak orang kecanduan merokok?
Menurut Amaliya, peneliti dari Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia, kandungan nikotin pada vape tergantung pada cairan yang digunakan oleh pemakai vape.
"Jadi nikotin di vape itu bisa diatur pemakainya. Ada liquid yang mengandung nikotin, ada sembilan miligram, enam miligram, tiga miligram, dan ada juga liquid yang tanpa nikotin," jelas Amaliya di acara Diskusi Produk Tembakau Alternatif di Tengah Disrupsi Teknologi serta Kaitannya dengan Reaksi dan Tantangan Global di Jakarta, Rabu (17/10).

Ia mengatakan bahwa kemudahan untuk mengatur kandungan nikotin dalam vape bisa mempermudah mereka yang ketagihan nikotin untuk pelan-pelan meninggalkannya.
"Saya sudah melihat sendiri bahwa perokok kelas berat bisa diatur untuk mengurangi (asupan nikotinnya) sampai benar-benar bebas dari nikotin," ujar Amaliya.
Amaliya menyarankan agar perokok berat yang menggunakan vape sebagai cara untuk melawan rasa ketagihannya untuk mengurangi nikotin di cairan vape secara bertahap.
"Kalau misalnya perokok berat, misalnya sehari dua bungkus itu (sekitar) 24 batang, itu biasanya ambil yang kandungan nikotinnya sembilan atau enam (miligram) dulu," saran Amaliya.
"Lama-lama diturunkan lagi nikotinnya sampai akhirnya bisa pakai liquid yang zero nikotin," tambahnya.

Berdasarkan pengalaman Amaliya, perokok berat yang menggunakan vape untuk melawan ketagihannya tidak merasa kesusahan atau resah setelah asupan nikotinnya dikurangi.
Ia menduga, hal itu karena penggunaan vape tetap menjaga habit gerakan "hand to mouth" tapi jadi lebih "sehat" karena bebas nikotin.
