Apakah Virus Flu Babi Jenis Baru Bakal Jadi Pandemi Setelah Corona?

6 Juli 2020 9:31 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Babi. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Babi. Foto: Shutterstock
ADVERTISEMENT
Selama bertahun-tahun dunia dicemaskan dengan wabah penyakit. Sebelum COVID- 19, penyakit yang disebabkan virus corona, dunia terfokus pada virus influenza karena telah banyak memakan korban.
ADVERTISEMENT
Jurnal terbaru mengingatkan kita akan bahaya nyata dari penyakit flu. Makalah ilmiah itu mengatakan, flu babi bersirkulasi di China dan mempunyai potensi untuk menjadi pandemi bagi manusia.
Di antara virus yang diisolasi dari babi di China pada 2011 hingga 2018, telah ditemukan 6 tipe virus yang berbeda. Virus yang paling dominan pada 2011 adalah jenis virus flu babi H1N1.
Pada 2013, peneliti menemukan satu tipe jenis baru dari virus flu babi yang disebut G4, dan tipe tersebut menjadi satu-satunya yang paling dominan pada 2018. Virus baru disebut-sebut lebih ganas ketimbang virus flu babi sebelumnya. Ketika menginfeksi babi, virus G4 dinilai lebih kuat sehingga menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat China.
Ilustrasi flu babi atau H1N1. Foto: Shutterstock
Peneliti melakukan uji virus flu babi jenis baru dengan ferret sebagai medium eksperimennya. Ferret dipilih para peneliti karena memiliki pola reseptor yang mirip dengan manusia. Hasil riset menunjukkan, ketika G4 menginfeksi hewan tersebut, mereka terkena penyakit influenza yang serupa dengan manusia. Penyakit juga menular di antara ferret lainnya.
ADVERTISEMENT
Artinya, G4 bisa menginfeksi manusia dan menyebabkan penyakit influenza parah. Penyakit ini juga berpotensi menular antarorang, seperti virus corona. Para peneliti kemudian meneliti sampel darah yang diambil dari pekerja peternakan babi, dan dari populasi yang lebih luas untuk diuji keberadaan antibodi yang mengenali virus G4.
Anehnya, hanya 10 persen dari sampel pekerja peternakan yang memiliki antibodi tersebut. Sementara dari populasi umum hanya 4 persen yang punya kekebalan pada virus G4. Ini menunjukkan bahwa virus G4 sudah menular pada manusia. Tercatat frekuensi dari sampel positif dan frekuensi dari infeksi telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Ilustrasi Kandang Babi Foto: JinhoLee/Pixabay
Tampaknya virus flu babi jenis baru memiliki semua sifat yang dapat berpotensi menjadi pandemi. Namun, belum diketahui seberapa tinggi tingkat infeksi tersebut. Sejauh ini, virus G4 yang menginfeksi pekerja ternak babi di China dinilai tidak menyebabkan penyakit parah, meski tingkat penyebarannya cukup cepat.
ADVERTISEMENT
Virus G4 mungkin adalah satu di antara banyak virus yang sudah beradaptasi untuk menginfeksi manusia. Mereka hanya membutuhkan sedikit adaptasi lagi untuk bisa menginfeksi manusia dan bermutasi semakin ganas.
Ketika perhatian dunia dipusatkan pada pandemi COVID- 19 yang belum selesai, apakah penduduk Bumi siap untuk menghadapi pandemi yang akan datang?