Kumparan Logo

Apakah Yeti Si Manusia Salju Buruk Rupa Benar-benar Nyata?

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Yeti (Foto: Ryan McGuire via Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Yeti (Foto: Ryan McGuire via Pixabay)

Dunia menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan. Salah satu misteri yang masih diperdebatkan sampai saat ini adalah Yeti.

Yeti digambarkan sebagai makhluk misterius yang menyerupai manusia salju buruk rupa, berbulu putih, dan punya postur tubuh yang tinggi dan besar. Menurut cerita rakyat, ia dikatakan tinggal di kawasan pegunungan Himalaya.

Tidak heran banyak ilmuwan dunia berupaya menguak misteri Yeti. Salah satu ilmuwan yang berkesempatan menelitinya adalah Charlotte Lindqvist dari Universitas Buffalo, New York, AS.

Lindqvist memulai penelitian Yeti sejak 2016 lalu, ketika ia menerima sembilan spesimen yang terdiri dari tulang, bulu, dan feses yang diduga berasal dari Yeti. Spesimen tersebut didapat dari perusahaan film di Inggris, Icon Films, yang pernah bekerja sama dengan Lindqvist dalam acara Animal Planet episode spesial 'Yeti or Not'.

Namun sayang, hasil penelitian tidak berpihak pada mereka yang percaya atas keberadaan Yeti.

Dari pengujian DNA yang dilakukan Lindqvist dan kawan-kawan, ternyata sembilan sampel itu milik satu anjing dan delapan beruang, terutama beruang hitam Asia, beruang cokelat Himalaya, dan beruang cokelat Tibet.

"Penelitian kami mengungkapkan bahwa legenda Yeti mungkin berasal dari beruang lokal, dan penelitian genetik kami seharusnya bisa mengungkap misteri lain yang seperti ini," kata Lundqvist seperti dilansir CNET.

Ilustrasi Beruang (Foto: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Beruang (Foto: Pixabay)

Selain Yeti, peneliti juga mencoba untuk mengungkap misteri hewan raksasa yang melegenda lainnya, yaitu Sasquatch yang berasal dari Amerika Utara. Namun sampai saat ini, belum ada bukti yang bisa mendukung keberadaan Sasquatch.

Meski belum ada bukti yang mendukung keberadaan Sasquatch, ternyata masih ada yang mempercayai keberadaan makhluk ini.

Jeff Meldrum, antropolog dari Universitas Idaho State, berharap penelitian 'environmental DNA' (eDNA) pada tanah yang ditemukan di Washington, AS, bisa membuktikan keberadaan Sasquatch. Bahkan Meldrum melakukan penggalangan dana untuk mendanai penelitiannya ini.

Sementara itu, bagi Lindqvist, penemuan tulang belulang yang dikira Yeti mungkin bisa mengungkapkan evolusi dari beruang Asia, karena bisa jadi Yeti yang disebut sebagai makhluk mitos itu ternyata adalah leluhur dari beruang Asia.