Kumparan Logo

Arkeolog China Temukan Bunker Horor Perang Dunia II Tempat Eksperimen Sadis

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Eksperimen Unit 731 terhadap anak-anak.  Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Eksperimen Unit 731 terhadap anak-anak. Foto: Shutterstock

Para arkeolog di China telah menemukan bunker rahasia yang digunakan para ilmuwan Jepang untuk melakukan eksperimen mengerikan di mana manusia sebagai subjeknya selama Perang Dunia II.

Disebut “Bunker Horor”, bunker bawah tanah ini ditemukan di dekat kota Anda di Provinsi Heilongjiang, timur laut China. Bunker pernah digunakan Unit 731 tentara Jepang selama pendudukan Jepang di China dari tahun 1931 - 1945.

Bunker dibangun pada 1941 dan beroperasi hingga Jepang menyerah pada akhir Perang Dunia II. Bunker digunakan sebagai lab tempat penelitian terbesar Unit 731. Unit 731 sendiri dibentuk pada tahun 1931 sebagai unit kesehatan masyarakat yang dikelola Jepang.

Namun, dengan cepat memperluas penelitiannya. Mereka mulai melakukan eksperimen senjata biologis dan kimia di mana tawanan China, Korea, Rusia, dan Amerika sebagai subjeknya. Setelah Jepang menyerah, lokasi bunker hilang tanpa jejak, dan baru-baru ini arkeolog berhasil menemukannya.

Para peneliti di Heilongjiang Provincial Institute of Cultural Relics and Archaeology, yang menggali Bunker Horor mengatakan, penemuan ini menjadi bukti sejarah dari kekejaman Unit 731 dan dampaknya terhadap upaya global untuk mencegah perang biologis.

Ilustrasi pembuatan senjata biologis. Foto: Shutterstock

Bagaimana tidak, dalam eksperimen tersebut sekitar 3.000 - 12.000 orang terdiri dari pria, wanita, dan anak-anak dibunuh. Eksperimen mencakup uji coba granat, bom bakteri, penyemburan api, dan senjata kimia.

Para tawanan yang dijadikan subjek eksperimen diperlukan sangat sadis, mereka mengalami dehidrasi akut, dibunuh dalam pemintalan sentrifugal, disuntik dengan darah hewan sakit, disetrum dengan sinar-X, dibedah tanpa anestesi dan disimpan di dalam ruangan bertekanan rendah sampai bola mata mereka pecah.

Tak hanya itu, Jepang juga membuat senjata biologis. Mereka membiakkan kutu yang sudah terinfeksi di laboratorium Unit 731. Kutu itu kemudian dijatuhkan dari pesawat yang terbang rendah di atas kota-kota China, menyebabkan wabah penyakit yang menewaskan ratusan ribu orang.

Kini, para arkeolog telah menggali sebagian struktur bunker berbentuk U yang memiliki panjang 33 meter dan lebar 21 meter dengan ruang dan terowongan yang saling terhubung. Peneliti belum masuk ke dalam bunker, tapi mereka meyakini telah menemukan beberapa ruangan yang digunakan sebagai laboratorium, ruang observasi dan pembedahan, sel tahanan, barak, garasi, tempat pemandian, ruang makan, dan sumur.

Adapun kenapa Bunker Horor bisa hilang tanpa jejak, ini karena ada campur tangan AS di dalamnya. Negeri Paman Sam diduga telah menutup-nutupi bukti eksperimen mengerikan yang dilakukan Jepang. Mereka melindungi para pemimpin Unit 731 dari tuntutan kejahatan perang sebagai imbalan atas penelitian. Sebagian besar informasi eksperimen dibawa ke Fort Detrick di Maryland–pusat program senjata biologis Perang Dingin AS antara tahun 1943 hingga 1969.

Arkeolog mengatakan, mereka akan terus menggali situs Bunker Horor, mengumpulkan lebih banyak data setiap ruangan dan mengungkap lebih banyak fakta soal bunker mengerikan tersebut.