kumparan
24 November 2019 19:03

Arkeolog Temukan Kuil Berusia 3.000 Tahun Milik Sekte Penyembah Air

Arkeologi
Penemuan kuil berusia 3.000 tahun warisan Zaman Megalitikum yang berlokasi di Huaca El Toro. Foto: Museo Tumbas Reales de Sipán
Arkeolog menemukan sebuah kuil berusia 3.000 tahun warisan Zaman Megalitikum yang berlokasi di Huaca El Toro, Lembah Zana, Peru. Kuil ini merupakan candi megalitik pertama yang ditemukan di Lembah Zana dan terletak di antara gabungan dua sungai.
ADVERTISEMENT
Menurut para arkeolog, kuil itu dibangun oleh kultus kuno penyembah air, yang menjadikan kuil sebagai tempat ritual kesuburan.
Para anggota kultus tersebut kemungkinan membangun kuil di daerah tempat sungai baru terbentuk sebagai simbol penanda wilayah kekuasaan, seperti dikutip Live Science.
“Air adalah elemen terpenting untuk hidup, dan saat itu (ketika kuil dibangun), air sangat sulit diakses tanpa teknologi,” ujar Edgar Bracamonte, salah satu arkeolog dari Museum Royal Tombs of Sipan di Peru, yang ikut serta dalam penggalian.
Konstruksi bangunan kuil terdiri atas batu-batuan berukir dengan ukuran besar yang dipindahkan dari pegunungan sekitar yang berjarak 3 kilometer. Anggota kultus meninggalkan kuil ini sekitar tahun 250 Sebelum Masehi (SM). Selanjutnya, kuil itu digunakan sebagai tanah pemakaman oleh suku Chumy.
ADVERTISEMENT
Di lokasi itu, tim arkeolog menemukan total 21 makam.
Penggalian juga mengungkap, kuil ini dihuni dalam tiga masa: Pertama, antara 1.500 SM dan 800 SM, ketika karakteristik fondasi bangunan berbentuk kerucut. Kedua, antara tahun 800 SM dan 400 SM, ketika kuil megalitikum dipengaruhi gaya peradaban pra-Inca. Ketiga, antara 400 SM dan 100 SM, ketika penyangga atap kuil dibuat dengan lubang bundar.
Waktu penggalian kuil tersebut telah berlangsung dari September hingga November 2019.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan