Arkeolog Temukan Puluhan Mumi Mesir, 2 di Antaranya Berlidah Emas

17 Januari 2024 15:11 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Lidah emas yang ditemukan di salah satu mumi di kota kuno Oxyrhynchus, Mesir. Foto:  Egyptian Ministry of Tourism & Antiquities
zoom-in-whitePerbesar
Lidah emas yang ditemukan di salah satu mumi di kota kuno Oxyrhynchus, Mesir. Foto: Egyptian Ministry of Tourism & Antiquities
ADVERTISEMENT
Para arkeolog menemukan sejumlah pemakaman kuno berisi puluhan mumi, dengan dua di antaranya memiliki lidah emas.
ADVERTISEMENT
Mereka menemukan puluhan mumi ini selama penggalian yang dilakukan di kota kuno Oxyrhynchus, sebuah situs arkeologi terletak sekitar 160 km barat daya Kairo, Mesir, dekat kotamadya Al-Bahnasa di Kegubernuran Minya.
Esther Pons Mellado dan Maite Mascort, Direktur Misi Arkeologi di Oxyrhynchus, mengatakan kota kuno itu merupakan tempat yang sangat penting selama periode Yunani-Romawi Mesir kuno yang berlangsung ratusan tahun dari akhir abad ke-4 SM hingga abad ke-7 SM.
“Itu adalah kota kedua Mesir setelah Alexandria. Ada hubungan bisnis dan budaya yang kuat antara kedua kota ini,” katanya.
Periode Yunani-Romawi dimulai dengan penaklukan Alexander Agung atas Mesir yang kemudian dikuasai oleh Persia pada 332 SM. Negara Yunani kuno yang dikenal sebagai Kerajaan Ptolemeus kemudian didirikan pada 305 SM, yang memerintah Mesir hingga tahun 30 SM ketika wilayah tersebut ditaklukkan oleh orang-orang Romawi.
ADVERTISEMENT
Wilayah itu lalu menjadi provinsi Kekaisaran Romawi yang akhirnya terbagi menjadi dua bagian, bagian barat dan timur di mana Mesir menjadi bagiannya. Periode Romawi berakhir sekitar tahun 641 M ketika pasukan Arab menaklukkan Mesir.
Dua mumi baru ditemukan di Oxyrhynchus, dan lebih dari 30 mumi telah ditemukan sepanjang tahun 2023. Foto: Egyptian Ministry of Tourism & Antiquities
Penggalian terbari di Oxyrhynchus dilakukan pada November dan Desember 2023. Selama penggalian ini, Pons Mellado, Mascort, dan rekannya menemukan beberapa makam dari era Yunani-Romawi, serta sisa-sisa manusia dan artefak di dalamnya.
Dari sekian banyak makam yang ditemukan, dua di antaranya berasal dari zaman Romawi, dibangun dengan balok batu kapur. Di makam ini, para arkeolog menemukan lebih dari 20 mumi yang dibungkus dengan kain warna-warni, serta papirus dengan tesk Yunani dan segel lumpur dengan ikonografi Mesir.
Dua dari mumi yang ditemukan memiliki potogan emas yang dibentuk menyerupai lidah manusia, ditempatkan di dalam mulut mumi. Sebelumnya, lidah emas seperti ini juga pernah ditemukan di Oxyrhynchus dan situs arkeologi lainnya di Mesir.
ADVERTISEMENT
“Sampai saat ini kami telah menemukan 16 lidah emas di Oxyhynchus,” kata Pons Mellado dan Mascort, dikutip Newsweek.
Ahli berpendapat, orang Mesir kuno mungkin menempatkan lidah emas pada beberapa jenazah biar roh yang meninggal berkomunikasi dengan Osiris–dewa dunia bawah– dan membantu mereka menyeberang ke alam baka.
“Orang Mesir menaruh emas berbentuk lidah di lidah mumi untuk mengembalikan fungis vital orang mati dan juga agar tubuh tetap utuh di akhirat. Bagi orang Mesir, emas adalah daging para dewa,” papar Pons Mellado dan Mascort.
Selain makam zaman Romawi, arkeolog juga menemukan tiga “hypogea” atau makam bawah tanah yang berasal dari zaman Ptolemeus yang telah digali di bawah batu alam.
Di hipogea ini, para peneliti menemukan beberapa mumi yang dibungkus dengan kain warna-warni, sejumlah sarkofagus batu antroporfik dan berbagai patung terakota yang menggambarkan dewi Isi-Aphrodite. Dewa ini merupakan wujud dewi Mesir Isis yang dihubungkan dengan aspek kesuburan terkiat dewi Yunani-Rowami Aphrodite.
ADVERTISEMENT
Di salah satu hipogea, tim juga menemukan banyak balok batu kapur beraneka warna dengan hiasan antara lain gambar manusia, ular, merpati, dan tumbuhan.
“Semua temuan ini sangat penting bagi sejarha dunia pemakaman di Oxyrhynchus,” ujar Pons Mellado dan Mascort.
“Ini adalah pertama kalinya kami menemuakn terakota Oxyrhynchus dengan gambar Isis-Aphrodite, dan pertama kalinya karya semacam ini muncul di wilayah Mesir Tengah. Balik batu kapur dengan hiasan juga sangat penting.”