Tekno & Sains
·
29 Desember 2020 11:02

Asteroid Raksasa Misterius Intai Tata Surya, Serpihannya Pernah Masuk ke Bumi

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Asteroid Raksasa Misterius Intai Tata Surya, Serpihannya Pernah Masuk ke Bumi (767613)
searchPerbesar
Ilustrasi asteroid. Foto: Pixabay
Para peneliti mengungkap adanya asteroid raksasa yang mengintai tata surya kita dan serpihan dari batu luar angkasa itu rupanya pernah masuk ke Bumi, yakni peristiwa meledaknya meteor di Sudan pada tahun 2008 silam.
ADVERTISEMENT
NASA mengatakan, meteor seberat 9 ton atau 8.200 kilogram dengan diameter 4 meter melesat menuju Bumi sebelum akhirnya meledak di angkasa dan serpihannya muncul di Gurun Sudan. Sekarang, sebuah studi baru terhadap salah satu serpihan meteorit tersebut menunjukkan bahwa meteor yang meledak di Sudan kemungkinan bagian dari asteroid raksasa yang terlepas, di mana ukurannya nyaris sama dengan planet kerdil Ceres.
Sekitar 4,6 persen meteorit yang dikenal sebagai Almahata Sitta (AhS) terbuat dari bahan kondrit berkarbon. Batuan hitam ini mengandung senyawa organik serta berbagai mineral dan air. Menurut para peneliti, susunan mineral batuan luar angkasa memberi petunjuk tentang ‘induk asteroid’ sebagai bagian dari asal mula meteor.
Asteroid Raksasa Misterius Intai Tata Surya, Serpihannya Pernah Masuk ke Bumi (767614)
searchPerbesar
Ilustrasi hantaman asteroid. Foto: 470906 via pixabay.
"Beberapa meteorit ini didominasi oleh mineral yang memberikan bukti paparan air pada suhu dan tekanan rendah," kata rekan penulis studi Vicky Hamilton, ahli geologi planet di Southwest Research Institute di Boulder, Colorado, AS, sebagaimana dikutip Live Science. "Komposisi meteorit lainnya menunjukkan pemanasan tanpa adanya air."
ADVERTISEMENT
Tim menganalisis sampel AhS dengan berat 50 miligram di bawah mikroskop dan menemukan bahwa serpihan batu luar angkasa tersebut memiliki susunan mineral yang unik. Meteorit AhS menyimpan rangkaian mineral tidak biasa yang terbentuk pada suhu dan tekanan menengah.
Satu kandungan mineral yang disebut amfibol juga ditemukan pada meteorit AhS. Amfibol cukup umum di Bumi. Tapi pada meteorit, ini hanya muncul pada Allende, kondrit berkarbon terbesar yang jatuh di Chihuahua, Meksiko, pada 1969.
Asteroid Raksasa Misterius Intai Tata Surya, Serpihannya Pernah Masuk ke Bumi (767615)
searchPerbesar
Bentuk Asteroid Ryugu yang terlihat seperti berlian, ketika difoto oleh pesawat ruang angkasa Hayabusa2 milik Jepang, pada 26 Juni 2018. Foto: Dok. JAXA
Kandungan amfibol AhS yang tinggi menunjukkan bahwa ia telah terlepas dari asteroid induk. Sampel asteroid Ryugu dan Bennu yang dibawa oleh pesawat luar angkasa Hayabusa2 Jepang dan satelit OSIRIS-REx NASA kemungkinan akan mengungkap lebih banyak mineral batuan luar angkasa yang jarang ditemukan pada meteorit.
ADVERTISEMENT
“Mungkin beberapa jenis kondrit berkarbon juga tidak dapat bertahan saat terjun melalui atmosfer, dan itu membuat para ilmuwan tidak mempelajari kondrit yang mungkin lebih umum di luar angkasa,” kata Hamilton.
"Kami pikir ada lebih banyak bahan kondrit berkarbon di tata surya daripada yang diwakili oleh koleksi meteorit kami."