Asteroid Terbesar yang Pernah Menghantam Bumi Lebih Besar dari yang Diperkirakan

30 September 2022 15:06
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Asteroid yang ciptakan kawah Vredefort, Afrika Selatan, punya diameter 25 kilometer, lebih besar dari perkiraan sebelumnua. Foto: U.S. Geological Survey
zoom-in-whitePerbesar
Asteroid yang ciptakan kawah Vredefort, Afrika Selatan, punya diameter 25 kilometer, lebih besar dari perkiraan sebelumnua. Foto: U.S. Geological Survey
ADVERTISEMENT
Di Afrika Selatan terdapat sebuah kawah dengan diameter sekitar 250 hingga 280 kilometer. Kawah yang kemudian diberi nama Vredefort Crater ini adalah hasil hantaman asteroid yang menghantam bumi miliaran tahun lalu, ketika kehidupan di bumi masih berupa makhluk ber sel satu.
ADVERTISEMENT
Penelitian terbaru mengungkap diameter yang menciptakan kawah ini, punya diameter 25 kilometer, terbesar sekaligus mematikan dalam sejarah bumi.
Tim ilmuwan dari University of Rochester dan Leibniz Institute for Evolution and Biodiversity Science, mengunakan program Simplified Arbitrary Langrangian Eulerian (iSAL) untuk menghitung ukuran asteroid berdasarkan ukuran kawah Vredefort.
Estimasi awal diameter kawah adalah 250 hingga 280 kilometer. Kemudian ada argumen yang menyebut diameter kawah adalah 172 kilometer berdasarkan stimulasi kecepatan. Natalie H. Allen dan kolega, berdasarkan stimulasi terbaru, mengatakan bahwa diameter di atas 250 kilometer sangat mungkin untuk skenario Vredefort.
Asteroid masuk atmosfer bumi dan menghantam dataran dengan kecepatan 15 kilometer per detik. Estimasi awal juga menyebut bahwa diameter asteroid ini adalah 15 kilometer, yang mana berdasarkan kalkulasi terbaru, punya diameter 25 kilometer dan sebabkan kawah berukuran 250 kilometer.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Asteroid yang ciptakan kawah Vredefort, Afrika Selatan, punya diameter 25 kilometer, lebih besar dari perkiraan sebelumnua. Foto: Allen, Natalie H., dkk, diolah dari NASA's Earth Observatory
zoom-in-whitePerbesar
Asteroid yang ciptakan kawah Vredefort, Afrika Selatan, punya diameter 25 kilometer, lebih besar dari perkiraan sebelumnua. Foto: Allen, Natalie H., dkk, diolah dari NASA's Earth Observatory
"Memahami struktur hantaman terbesar yang kita miliki di Bumi sangat penting," kata Natalie Allen, sekarang Ph.D. mahasiswa di Universitas John Hopkins, kepada Phys.org.
"Memiliki akses ke informasi yang disediakan oleh struktur seperti kawah Vredefort adalah kesempatan besar untuk menguji model kami dan pemahaman kami tentang bukti geologis sehingga kami dapat lebih memahami dampak di Bumi dan sekitarnya."
Dampak geologi hantaman dapat ditemukan di sisi lain bumi, yakni di Karelia, Rusia—perbatasan dengan Finlandia. Jarak dua titik ini di bumi modern adalah 10 ribu kilometer lebih. Ilmuwan memperkirakan, ketika 2 miliar tahun yang lalu, kedua titik ini hanya berjarak 2.000 hingga 2.500 kilometer.
Ilmuwan mengatakan, dengan ukuran 25 kilometer tersebut, asteroid Vredefort menyebabkan dampak iklim yang lebih parah dari pada asteroid Chicxulub. Material yang terlontar akan sebabkan abu yang menutup matahari hingga dekade lamanya, sebabkan iklim bumi mendingin. Belum ditambah pelepasan gas rumah kaca akibat hantaman yang membuat atmosfer lebih tidak stabil. Namun perlu penelitian lebih lanjut untuk memahami dampak iklim dari asteroid Vredefort.
ADVERTISEMENT
Asteroid yang menghantam bumi pada 65 juta tahun yang lalu dan menghentikan kejayaan dinosaurus ‘hanya’ berdiameter 10 kilometer. Kawahnya, yang bernama kawah Chicxulub, di semenanjung Yucatan, Meksiko, punya diameter sekitar 180 kilometer
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020