Asteroid yang Dekati Bumi Jelang Lebaran Berpotensi Bahaya? Ini Kata LAPAN

Asteroid 1997 BQ atau 136795 bakal mendekati Bumi di penghujung Ramadhan ini, tepatnya pada Kamis, 21 Mei 2020. Benda langit berukuran raksasa itu bergerak dengan kecepatan relatif 11,68 kilometer per detik.
Berdasarkan laporan dari Center of Near Earth Object Studies (CNEOS) NASA, asteroid ini bakal melintas dekat Bumi pada Kamis (21/5), pukul 04.44 WIB dengan jarak 1,6 juta kilometer.
Muncul kekhawatiran apabila asteroid berukuran 650 meter hingga 1,5 kilometer ini bergerak terlalu dekat dan masuk ke atmosfer Bumi, maka bisa mengancam keselamatan jiwa manusia.
Namun, Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin telah menegaskan bahwa asteroid bergolongan Apollo itu tidak akan membahayakan manusia.
“Asteroid ini tidak akan berbahaya karena jaraknya lebih jauh dari Bulan," ujar Thomas, saat dihubungi kumparanSAINS, Senin (18/5).
Asteroid 1997 dikategorikan sebagai asteroid Apollo dan Potentially Hazardous Asteroid (PHA) dengan kelas spektral S (siliceous). Asteroid Apollo adalah asteroid yang memiliki sumbu setengah panjang lebih besar dibandingkan dengan orbit Bumi. Sedangkan kelas spektral S merupakan asteroid yang kandungan kimianya didominasi oleh silika berbatu.
Menurut LAPAN, orbit asteroid 1997 BQ memiliki jarak perpotongan orbit minimum (minimum orbit intersection distance/MOID) sebesar 0,035826 SA atau 5,36 kilometer terhadap orbit Bumi.
Lantaran nilai MOID lebih kecil dari 0,05 SA atau 7,5 juta kilometer, dan juga magnitudo absolutnya lebih kecil dari +22, maka objek ini dapat dikategorikan sebagai objek berpotensi bahaya (Potentially Hazardous Object/PHO).
"Kategori PHO itu definisi teknis potensi berbahaya dengan memperhitungkan faktor kesalahan, yang belum tentu sama dengan definisi praktis,” imbuh Thomas.
Thomas menuturkan, fenomena asteroid mendekati Bumi memang lazim terjadi. Di bulan-bulan sebelumnya, beberapa asteroid juga diketahui sempat melintas dekat Bumi. Walau memang tidak semua asteroid berpotensi berbahaya seperti asteroid Apollo.
Asteroid Apollo berpotensi berbahaya
Asteroid Apollo bisa menjadi ancaman bagi umat manusia apabila berada pada jarak yang sangat dekat dengan Bumi. Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA juga mengatakan bahwa tarikan gravitasi planet dapat mengubah lintasan orbit asteroid.
Baik asteroid sesatan (stray asteroid) maupun pecahan dari tabrakan asteroid terdahulu diyakini telah menabrak Bumi di masa silam, yang berperan penting dalam evolusi planet Bumi hingga seperti saat ini.
Sementara menurut Planetary Defense Coordination Office NASA, jatuhnya asteroid adalah proses alami yang terjadi terus menerus. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, sensor radar Amerika Serikat telah mendeteksi hampir 600 asteroid berukuran sangat kecil yang memasuki atmosfer Bumi sehingga menciptakan bola api.
Salah satu asteroid Apollo yang pernah memasuki atmosfer Bumi di masa modern adalah peristiwa Meteor Chelyabinsk yang meledak di langit kota Chelyabinsk, Rusia, pada 15 Februari 2013 silam dengan ukuran 17 meter. Gelombang kejut yang dihasilkan berhasil melukai sedikitnya 1.200 orang, dan merusak 3.600 jendela apartemen. Menurut para ahli, kejadian meteor seperti ini bisa terjadi satu hingga dua kali dalam 100 tahun.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
