Kumparan Logo

Astronom Sebut Bima Sakti Pernah Dihuni Makhluk dengan Kecerdasan Tinggi

kumparanSAINSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fosil galaksi Heracles di dalam Bima Sakti Foto: NASA
zoom-in-whitePerbesar
Fosil galaksi Heracles di dalam Bima Sakti Foto: NASA

Sebagian besar peradaban alien atau makhluk asing di galaksi Bima Sakti mungkin telah mati karena bunuh diri, begitu para astronom menyimpulkan dalam studi terbaru yang diterbitkan dalam database arXiv.

Kesimpulan itu didapat setelah mereka melakukan pemodelan statistik untuk memetakan kemunculan dan kematian kehidupan cerdas yang hidup di seluruh Bima Sakti menggunakan versi terbaru Drake Equation atau Persamaan Drake yang ditulis oleh pendiri Search for Extraterrestrial Intelligence, Frank Drake, pada 1961 dan dipopulerkan oleh fisikawan, Carl Sagan.

Kemudian, penelitian baru yang ditulis tiga fisikawan Caltech dan siswa sekolah menengah, dilakukan untuk menentukan di mana dan kapan kehidupan cerdas muncul di Bima Sakti, serta mengidentifikasi faktor terpenting yang memengaruhi penyebarannya.

Ilustrasi bintang-bintang di Galaksi Bima Sakti Foto: Skeeze via Pixabay

“Sejak zaman Carl Sagan, ada banyak penelitian," kata Jonathan H. Jiang, rekan penulis studi yang merupakan astrofisikawan di Jet Propulsion Laboratory NASA di Caltech.

"Terutama sejak ada Teleskop Luar Angkasa Hubble dan Teleskop Luar Angkasa Kepler, kami memiliki banyak pengetahuan tentang kepadatan (gas dan bintang) di galaksi Bima Sakti dan laju pembentukan bintang serta pembentukan planet ekstrasurya, serta tingkat terjadinya ledakan supernova. Kami sebenarnya tahu beberapa angka yang merupakan misteri pada saat episode 'Cosmos' yang terkenal."

Para peneliti mengamati serangkaian faktor yang dianggap dapat memengaruhi perkembangan kehidupan, seperti prevalensi bintang mirip matahari yang memiliki planet mirip Bumi, frekuensi supernova mematikan yang menyebabkan ledakan radiasi, kemungkinan waktu yang diperlukan bagi kehidupan cerdas untuk berkembang, dan kecenderungan peradaban untuk melakukan bunuh diri.

Sebuah gambar dari kertas menghitung usia Bima Sakti dalam milyaran tahun (sumbu y) terhadap jarak dari pusat galaksi (sumbu x), menemukan titik api untuk peradaban 8 miliar tahun setelah galaksi terbentuk dan 13.000 tahun cahaya dari galaksi pusat. Foto: NASA

Setelah memodelkan evolusi Bima Sakti dari waktu ke waktu dengan mempertimbangan faktor-faktor tersebut, peneliti menemukan bahwa kehidupan cerdas kemungkinan muncul sekitar 13.000 tahun cahaya dari pusat galaksi dan 8 miliar tahun setelah galaksi terbentuk.

Sebagai pembanding, Bumi berjarak sekitar 25.000 tahun cahaya dari pusat galaksi Bima Sakti dan peradaban manusia muncul di permukaan planet sekitar 13,5 miliar tahun setelah Bima Sakti terbentuk. Dengan kata lain, kita adalah peradaban yang muncul terlambat dan ada penghuni lain sebelum kita yang hidup di galaksi Bima Sakti.

Namun, kendati mereka yakin kemungkinan peradaban lain itu ada, penelitiannya menunjukkan bahwa mungkin makhluk-makhluk cerdas itu menghancurkan diri sendiri saat galaksi mencapai puncaknya lima miliar tahun lalu.