Kumparan Logo

Bagaimana Janin Ini Bisa Awet dengan Baik di Perut Mumi Berusia 2.000 Tahun?

kumparanSAINSverified-green

·waktu baca 3 menit

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Janin mumi. Foto: Warsaw Mummy Project
zoom-in-whitePerbesar
Janin mumi. Foto: Warsaw Mummy Project

Pada April 2021 lalu, sekelompok peneliti dikejutkan dengan penemuan mumi ibu hamil lengkap dengan janin di dalam rahimnya. Mumi yang terawetkan dengan baik itu sempat dikira seorang pendeta laki-laki.

Pemeriksaan CT scan mengungkap adanya objek tidak diketahui di perut mumi tersebut, yang ternyata adalah janin yang termumifikasi bersama dengan ibunya. Mumi ibu hamil ini diyakini berusia 2000 tahun, dan diberi nama ‘Mysterious Lady’.

Ilmuwan bertanya-tanya bagaimana janin ini dapat terawetkan dengan baik dan bisa bertahan selama 2.000 tahun? Penelitian terbaru dari Warsaw Mummy Project mengungkap petunjuk terkait pertanyaan tersebut.

Riset yang terbit di Journal of Archaeological Science per 30 Desember 2021 ini mengatakan bahwa janin awet karena adanya proses pengasaman dari badan ibunya ketika terurai. Prosesnya dapat dikatakan mirip dengan membuat telur asin.

“Janin tetap berada di dalam rahim yang tidak tersentuh dan mulai, katakanlah, [menjadi] 'acar'. Ini bukan perbandingan yang paling estetik, tetapi menyampaikan ide,” tulis tim peneliti di blog Warsawa Mummy Project.

“pH darah pada mayat, termasuk kandungan rahim, turun secara signifikan, menjadi lebih asam, [. . . .] Tubuh diisi dengan natron (bahan pengawetan mumi) secara signifikan membatasi akses udara dan oksigen. Hasil akhirnya adalah rahim yang hampir tertutup rapat berisi janin.”

Janin mumi. Foto: Warsaw Mummy Project

Kondisi tersebut sangat ideal untuk pengawetan janin. Perubahan dari basa (ketika janin masih hidup) ke asam (ketika wanita sudah meninggal dan menjadi mumi) turut menghilangkan atau dekomposisi tulang janin.

Namun, peneliti menjelaskan bahwa ini tidak terlalu berpengaruh karena pembentukan tulang di janin ini belum signifikan. Sebab, umur janin di perut mumi Mesir kuno itu baru 2 trimester pertama.

“Perubahan dari lingkungan basa ke asam menyebabkan dekomposisi parsial tulang janin, terutama untuk menghilangkan mineral – yang sebenarnya tidak banyak, karena mineralisasi sangat lemah selama dua trimester pertama kehamilan dan meningkat kemudian” jelas tim peneliti.

Peneliti dibuat agak bingung dengan keberadaan janin ini. Normalnya, seorang mumi akan diangkat semua organnya sebelum diawetkan dan dijadikan mumi, termasuk Mysterious Lady ini. Namun kenapa pada kasus mumi ibu hamil ini janin dibiarkan di dalam rahim?

“Mungkin itu ada hubungannya dengan kepercayaan dan kelahiran kembali di dunia sesudah kematian. Masih terlalu sulit untuk menarik kesimpulan apa pun seperti halnya kita tidak tahu apakah hanya [Mysterious Lady] ini yang merupakan mumi amir. Untuk sekarang, jelas [Mysterious Lady] merupakan satu-satunya mumi hamil yang diketahui,” ungkap Marzena A. Ożarek-Szilke, peneliti University of Warsaw, kepada Science in Poland.

Mumi hamir 'Mysterious Lady'. Foto: Aleksander Leydo/Warsaw Mummy Project

Mumi ini ternyata menderita kanker

Peneliti mengatakan bahwa mumi hamil 'Mysterious Lady' ini menderita kanker semasa hidupnya. Hal ini ditunjukkan pada jejak kanker di tengkorak.

Prof. Rafał Stec dari Department of Oncology Faculty Medicine of the Medical University of Warsaw mengatakan bahwa mumi ini terindikasi menderita kanker nasofaring.

"Pemeriksaan histopatologi diperlukan untuk memastikan kanker sepenuhnya, tetapi perubahan yang diamati pada tulang membuatnya sangat mungkin terjadi," kata tim penelti kepada kumparanSAINS, Jumat (8/7)

"Para ilmuwan berencana untuk mengambil sampel jaringan dan menentukan penyebab penyakit. Data tersebut kemudian akan dibandingkan dengan sampel kanker lain yang ditemukan di mumi Mesir."

Tengkorak mumi hamir, The Mysterious Lady. Foto: WMP, S.Szilke 4

Peneliti berharap temuan ini dapat menghasilkan pengetahuan yang berharga untuk onkologi modern. Penemuan diharapakan nantinya memberi masukan soal evolusi kanker dan arah diagnosis dan pengobatan kanker.

Mumi ini didonasika ke University of warsaw pada 1826. Temuan yang dipublikasikan tahun lalu mengungkap bahwa mumi ini adalah mumi seorang wanita yang sedang hamil.