Bahtera Nabi Nuh Bakal Dibikin Ulang Buat Selamatkan Manusia dari Kiamat

22 Juli 2022 7:30
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Desain kapal Earth 300 yang dijuluki Bahtera Nabi Nuh. Foto: Earth 300
zoom-in-whitePerbesar
Desain kapal Earth 300 yang dijuluki Bahtera Nabi Nuh. Foto: Earth 300
ADVERTISEMENT
Seorang pengusaha sekaligus miliarder bernama Aaron Olivera berencana akan membangkitkan kapal raksasa Bahtera Nabi Nuh. Disebut demikian karena kapal memiliki ukuran yang tidak biasa dan bertujuan untuk menyelamatkan umat manusia dari perubahan iklim yang bisa menyebabkan kehancuran seluruh makhluk Bumi alias kiamat.
ADVERTISEMENT
Dinamai Earth 300, kapal ini didesain dengan 22 laboratorium di dalamnya. Panjangnya mencapai 300 meter, dan akan bisa menampung sekitar 450 orang dalam sekali berlayar, termasuk ilmuwan dan pecinta lingkungan.
Nantinya, para ilmuwan yang ada di dalamnya punya misi untuk mengatasi masalah perubahan iklim yang disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk pencemaran lingkungan karena emisi karbon, polusi, degradasi ekosistem, ketahanan air dan pangan, dan ketahanan kesehatan global.
Ada sekitar 160 ilmuwan dan 20 ahli yang nantinya berlayar menggunakan bahtera Nuh tersebut. Para ilmuwan dan ahli itu ditopang oleh alat-alat canggih yang terdapat dalam kapal, seperti kecerdasan buatan, robotika, pembelajaran mesin, dan pemrosesan data. Olivera punya impian menyatukan ilmuwan di seluruh dunia dalam satu proyek seperti Avengers.
Earth 300 yang disebut sebagai kapal penyelamat manusia dari kiamat. Foto: Earth 300
zoom-in-whitePerbesar
Earth 300 yang disebut sebagai kapal penyelamat manusia dari kiamat. Foto: Earth 300
Selain itu, kapal ini juga memiliki komputer kuantum komersial pertama di dunia untuk menyimpan data yang berhasil dikumpulkan. Hebatnya, Earth 300 menggunakan 100% tenaga nuklir bebas emisi yang dihasilkan oleh Molten Salt Reactor sehingga memungkinkan kapal berlayar selama 300 hari di lautan. Teknologi ini dibuat oleh TerraPower, sebuah perusahaan inovasi nuklir yang didirikan Bill Gates.
ADVERTISEMENT
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
“Kapal ini didesain untuk memikat perhatian orang dan juga hati serta imajinasi mereka. Jika kita ingin melakukan perubahan besar, kita memerlukan pertolongan setiap orang dari segala usia, latar belakang dan segala macam keahlian,” kata Olivera kepada Science Fokus.
Sejauh ini, sudah ada 15 mitra yang ikut gabung membangun 300 Earth, termasuk perusahaan rintisan Chipsafer dan WOW. Pembangunan kapal dipercaya akan menelan biaya sekitar 350 hingga 500 juta poundsterling atau setara Rp 6,3 triliun.
Earth 300 yang bakal membawa 160 ilmuwan berlayar.  Foto: Earth 300
zoom-in-whitePerbesar
Earth 300 yang bakal membawa 160 ilmuwan berlayar. Foto: Earth 300
Kapal ditargetkan rampung pada 2025 mendatang, dan langsung membawa para ilmuwan dunia berlayar. Bagi kamu yang minat naik kapal ini, tiket VIP dijual dengan harga 3 juta dolar dengan waktu berlayar selama 10 hari.
Apapun yang dilakukan Olivera patut diapresiasi. Karena alih-alih menargetkan hidup di Mars dan Bulan sebagai seperti yang dilakukan Elon Musk dan Jeff Bezos, Olivera lebih memilih untuk menangani perubahan iklim bagi kelangsungan hidup manusia di Bumi.
ADVERTISEMENT
Kita hidup pada momen penting dalam sejarah manusia dan menghadapi tantangan terbesar bagi peradaban kita sejak awal umat manusia,"
- Aaron Olivera -
“Tetapi kami juga hidup di masa di mana kami memiliki akses ke ilmu pengetahuan, alat, dan teknologi untuk mengatasi tantangan tersebut. Kami tidak melihat alasan untuk punya cita-cita besar, kami ingin membangunkan dunia dan membawa kesadaran baru yang memungkinkan kita untuk melihat diri kita sebagai ahli biologi di mana kita bisa berkumpul dan memecahkan apapun masalahnya."
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020