Kumparan Logo

Banyak Makan Permen Karet Bikin Lebih Sering Kentut, Mitos atau Fakta?

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
video youtube embed

Konon terlalu banyak makan permen karet dapat menyebabkan perut menjadi kembung dan menjadi lebih sering mengeluarkan kentut. Apakah hal tersebut benar atau hanya sekadar mitos belaka?

Jawabannya, seperti yang dikutip dari Live Science, memakan permen karet memang dapat membuat lebih banyak gas menumpuk di dalam tubuh. Hal ini dikarenakan saat mengunyah permen karet, maka mulut akan melakukan gerakan menelan lebih sering sehingga udara yang tertelan pun lebih banyak.

Selain karena menelan lebih banyak udara, pemanis buatan yang terkandung dalam permen karet seperti sorbitol dapat membuat perut terasa lebih kembung. Sorbitol umumnya digunakan sebagai pengganti gula pada permen karet atau produk makanan lain yang bebas gula.

Menurut Livestrong, sorbitol dimetabolisme dengan sangat lambat oleh tubuh dan memiliki sifat seperti obat pencahar, obat yang membantu melancarkan pencernaan pada orang yang mengalami sembelit. Sorbitol dapat menyebabkan kembung ketika bereaksi dengan bakteri penghasil gas di usus.

Anak makan permen karet. (Foto: Thinkstock)

Sebagian besar orang memproduksi sekitar 1,5 liter gas dalam tubuh setiap hari. Oksigen, karbon dioksida, dan nitrogen dari udara yang tertelan merupakan bagian paling besar yang terdapat pada gas dalam tubuh, sementara komposisi gas lainnya dihasilkan dari fermentasi makanan.

Sementara bau tidak sedap dari gas dalam tubuh disebabkan oleh hidrogen sulfida, molekul indol dan skatol, serta sisa makanan yang membusuk di usus besar.

Gas dalam tubuh ini bisa dilepaskan dalam dua cara, yaitu dengan cara ke atas melalui sendawa, atau ke bawah dengan cara kentut. Apabila udara yang masuk ke dalam tubuh tidak dikeluarkan dalam bentuk sendawa, maka udara akan berusaha agar dapat dikeluarkan melalui bawah alias melalui kentut.

Ilustrasi kentut. (Foto: Thinkstock)

Normalnya, orang kentut 10 sampai 20 kali sehari. Semua orang perlu mengeluarkan kentut. Sebab, penumpukan gas dalam perut bisa menyebabkan kembung dan tidak nyaman di perut.

Bila terlalu lama menahan kentut atau tidak mengeluarkan kentut, maka tubuh bisa mengalami sakit perut, diare, muntah, sembelit, berat badan tiba-tiba turun, hingga keluar darah. Bila tanda-tanda tersebut muncul pada tubuhmu, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter.