Bayi 9 Bulan di Beijing Positif Terinfeksi Virus Corona

Menginjak satu bulan sejak dilaporkan pertama kali oleh otoritas China ke badan WHO, virus corona telah menewaskan 56 orang per Minggu (26/1). Sejauh ini, total angka pengidap virus di seluruh dunia mencapai lebih dari 2.000 orang.
Salah satu pasien yang positif terjangkit merupakan bayi berusia sembilan bulan di Beijing. Media setempat melaporkan, bayi tersebut menjadi pasien novel coronavirus atau 2019-nCoV termuda.
Menurut data terakhir pada Sabtu (25/1), dipastikan terdapat 51 warga Beijing yang mengidap virus corona novel. Dua pasien berhasil sembuh, sedangkan 49 lainnya masih menjalani perawatan medis dengan salah satu di antaranya dalam kondisi kritis.
Berdasarkan laporan South China Morning Post, ada beberapa rumah sakit rujukan untuk pasien novel coronavirus, termasuk Beijing Ditan Hospital, Beijing Youan Hospital, dan No. 5 Medical Center of PLA General Hospital.
Di lain pihak, Wali Kota Wuhan, Zhou Xianwang, mewanti-wanti kemungkinan jumlah pasien di daerah pimpinannya bakal bertambah 1.000 lebih banyak. Sejauh ini, ada 3.000 pasien suspect coronavirus di Wuhan.
Xianwang menambahkan, 5 juta orang telah meninggalkan Wuhan sebelum larangan pergi keluar kota diberlakukan pemerintah. Kini, sebanyak 9 juta orang menjalani karantina di dalam kota.
Isolasi kota Wuhan sudah berjalan empat hari. Warga dilarang keluar-masuk, dengan sarana transportasi kota itu juga dihentikan. Selain itu, Departemen Wisata dan Budaya Wuhan juga membatalkan seluruh perjalanan wisata ke Wuhan hingga 8 Februari mendatang.
Penutupan akses masuk dan keluar Wuhan ini memang menjadi salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus kian meluas. Mengingat dari hari ke hari, laporan kasus terkait virus corona novel saling susul menyusul dari berbagai negara, mulai dari Thailand, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, hingga Amerika Serikat.
Terakhir, giliran Kanada melaporkan seorang warganya diduga terjangkit coronavirus. Pasien merupakan laki-laki berusia 50-an tahun yang baru saja mengunjungi Wuhan, pusat wabah virus corona. Sehari setelah sampai di Toronto, ia dirawat di rumah sakit karena mengalami gangguan pernapasan.
Meski kondisinya stabil, pemerintah Kanada tetap menunggu hasil laboratorium. Pihak berwenang di sana juga tengah menyelidiki riwayat kontak pasien dengan orang lain sejak tiba di Toronto. Sementara anggota keluarga pasien sudah dikarantina.
