Tekno & Sains
·
7 Desember 2020 7:05

Bayi Tertua di Dunia Lahir Berumur 28 Tahun, Begini Kisah Kelahirannya

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Bayi Tertua di Dunia Lahir Berumur 28 Tahun, Begini Kisah Kelahirannya (52373)
searchPerbesar
Molly Everette Gibson, bayi tertua di dunia. Foto: National Embryo Donation Center (NEDC)
Seorang bayi perempuan asal Tennessee, Amerika Serikat, dinobatkan sebagai bayi ‘tertua’ yang pernah lahir ke dunia. Namanya Molly Everette Gibson, ia lahir pada tanggal 26 Oktober 2020.
ADVERTISEMENT
Bagaimana Molly bisa disebut sebagai bayi 'tertua'? Ternyata, bayi perempuan tersebut merupakan hasil pembekuan embrio sejak Oktober 1992, sekitar 28 tahun yang lalu.
Ibu Molly, Tina Gibson, saat ini berusia 29 tahun. Embrio Molly dibekukan ketika Tina baru berumur sekitar 18 bulan.
Secara teknis, usia Tina dan Molly Gibson hampir sama. Namun, takdir dan sains membuat mereka menjadi pasangan ibu dan anak.
“Sulit untuk memahami hal ini di kepala,” ungkap Tina kepada New York Post. “Tetapi, sejauh yang kami pahami, Molly adalah anugerah yang sangat indah bagi kami.”
Bayi Tertua di Dunia Lahir Berumur 28 Tahun, Begini Kisah Kelahirannya (52374)
searchPerbesar
Ilustrasi bayi. Foto: Shutter Stock
Molly berhasil memecahkan rekor yang dipegang anak lain sebagai embrio beku terlama yang pernah dilahirkan.
Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh Emma Wren Gibson yang embrionya dibekukan selama 24 tahun. Uniknya, Emma adalah kakak dari Molly di keluarga Gibson.
ADVERTISEMENT
Emma dan Molly memang merupakan kakak dan adik secara genetik. Namun, karena masih berbentuk embrio beku, mereka menunggu ada orang tua yang bersedia mengangkatnya sebagai anak. Akhirnya, Tina Gibson benar-benar mengadopsi mereka berdua.
“Kami sangat amat senang,” kata Tina kepada BBC. “Jika Anda bertanya kepada saya 5 tahun lalu jika saya akan memiliki bukan satu, tetapi dua, anak perempuan, saya akan bilang bahwa Anda gila.”
Bayi Tertua di Dunia Lahir Berumur 28 Tahun, Begini Kisah Kelahirannya (52375)
searchPerbesar
Ilustrasi bayi tabung. Foto: Shutter stock
Kelahiran Molly pada tahun ini difasilitasi oleh staf dari Pusat Donasi Embrio Nasional AS (National Embryo Donation Centre/NEDC). Badan tersebut memang menerima donasi embrio dari orang tua biologis melalui proses fertilisasi in vitro (in vitro fertilization/IVF) alias bayi tabung.
Beberapa orang tua yang menyumbangkan embrionya memang tidak menginginkan anak. Namun, mereka tidak ingin sel sperma dan telurnya terbuang percuma dan menyumbangkannya bagi orang tua lain yang membutuhkan.
ADVERTISEMENT
NEDC sendiri telah berhasil menghasilkan 1.000 embrio melalui IVF. Namun, Emma dan Molly merupakan dua embrio yang paling luar biasa karena berhasil hidup selama lebih dari 20 tahun.
“Selama embrio disimpan dengan baik dalam wadah penyimpanan nitrogen cair (dengan suhu) minus 396 derajat Fahrenheit (-237 derajat Celsius), kami merasa mereka akan tetap hidup selamanya,” ujar direktur laboratorium NEDC, Carol Sommerfelt.
“Melalui kelahiran Molly, kami sekarang tahu bahwa mereka (embrio) bisa tetap hidup selama setidaknya 27 setengah tahun, dan mungkin lebih lama lagi.”
(EDR)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020