Begadang Jangan Begadang, Kalau Tiada Artinya

Tentu semua masih ingat lagu-lagu Rhoma Irama yang berisi banyak nasihat. Salah satu lagunya yang mengandung nasihat penting adalah "Begadang." Dalam lagu itu, Bang Rhoma memberi nasihat, “Begadang jangan begadang, kalau tiada artinya.”
Ternyata memang benar nasihat Bang Rhoma soal begadang. Menurut seorang profesor saraf, begadang berdampak buruk bagi tubuh kita.
Matthew Walker, profesor ilmu saraf dan psikologi di University of California, sekaligus penulis buku "Why We Sleep," menjelaskan alasan mengapa begadang itu buruk bagi tubuh manusia.
"Begitu Anda tidak tidur lebih dari 16 jam, kita akan mulai melihat memburuknya kesehatan mental dan fisik pada tubuh," kata Walker.

Dengan kata lain, pernyataan ini mempertegas bahwa sebaiknya manusia tidur 8 jam per hari.
Walker menjelaskan dampak negatif begadang cukup banyak bagi tubuh kita. Mulai dari berkurangnya daya ingat, meningkatnya risiko terserang Alzheimer, meningkatnya risiko demensia, menurunnya daya tahan tubuh, hingga meningkatnya risiko kanker.
Setelah tidur selama 4 hingga 5 jam dalam satu malam, ada penurunan 70 persen sel antikanker. Dan itulah alasan kita tahu durasi tidur yang pendek dapat memprediksi risiko Anda terserang kanker.
Jenis kanker yang bisa timbul dari kurang tidur ini cukup beragam, yakni kanker usus, kanker prostat, dan kanker payudara.
Hubungan antara kurang tidur dan kanker memang begitu kuat sehingga Organisasi Kesehatan Dunia (WHO/World Health Organization) pun mengklasifikasikan pekerjaan malam sebagai kemungkinan karsinogen. Karsinogen sendiri adalah sesuatu yang menyebabkan kanker.
Selain itu, menurut Walker, kurang tidur juga dapat menyebabkan menurunnya tingkat kesuburan pada pria.
"Laki-laki yang tidur hanya 5 hingga 6 jam setiap malamnya, memiliki tingkat testoteron mirip dengan orang yang 10 tahun lebih tua dari dirinya," kata Walker, dikutip dari Business Insider.
Jadi, untuk urusan begadang, sebaiknya kita ikuti nasihat Bang Rhoma!
