Begini Cara Wanita Mesir Kuno Prediksi Jenis Kelamin Bayi dalam Kandungan
·waktu baca 2 menit

Jauh sebelum teknologi berkembang, masyarakat Mesir Kuno ternyata punya cara tersendiri untuk melihat jenis kelamin bayi di dalam kandung. Salah satunya menggunakan teknik bantuan alam, dan ini terbukti efektif serta cukup akurat.
Manusia di zaman modern diuntungkan dengan adanya teknologi karena segala sesuatunya lebih dimudahkan, termasuk bagi wanita yang ingin atau sedang mengandung keturunannya.
Adanya test pack, misalnya, membuat wanita dengan mudah mengetahui apakah mereka hamil atau tidak. Sementara teknologi Ultrasonografi atau USG membuat calon ibu bisa memantau perkembangan dan melihat jenis kelamin bayi yang ada di dalam kandungan. Saat melahirkan, ada teknik yang namanya operasi bedah caesar untuk menyelamatkan bayi dan ibunya saat kesulitan atau tidak memungkinkan melahirkan secara normal.
Tapi bagi wanita yang hidup pada 1350 Sebelum Masehi, mereka harus sangat bersabar guna mengetahui hasil tes kehamilan. Karena kala itu caranya masih tradisional.
Faktanya, di Mesir Kuno, sekitar 5.000 tahun lalu, masyarakat juga punya cara untuk meningkatkan kesuburan atau mempercepat proses kehamilan, salah satunya adalah dengan menempatkan sang wanita duduk di atas campuran uap minyak, dupa, kurma, dan bir.
Mereka juga punya teknik tradisional untuk mengetahui jenis kelamin sang bayi yang ada di dalam kandungan. Menurut studi sejarah yang dilakukan oleh lembaga Women’s Studies and Rights Center di Mesir, wanita yang baru menikah di zaman Mesir kuno selalu menjadi sasaran tes untuk menentukan jenis kelamin bayi di dalam kandungan, apakah laki-laki atau perempuan.
Najwa Al-Baroun, direktur lembaga tersebut menjelaskan bahwa biasanya wanita Mesir akan menuangkan urin pada biji-bijian gandum dan jelai untuk menentukan jenis kelamin janin di dalam kandungan. Jika jelai tumbuh lebih dulu, ini berarti bayi yang dikandung berjenis kelamin laki-laki. Namun jika gandung tumbuh lebih dulu berarti dia adalah perempuan.
Metode ini juga digunakan oleh wanita firaun di Mesir Kuno. Selain itu, studi tersebut juga mengatakan bahwa wanita Mesir kuno sudah mengerti tentang kontrasepsi. Resep kontrasepsi dan KB terdiri dari garam natron, kotoran buaya, yoghurt, dan serat tumbuhan.
